Jakarta -
Lidah berada di lokasi yang terhitung cukup tersembunyi, yakni di dalam mulut. Kamu tidak akan bisa mengecek atau menyadari perubahannya tanpa melihat di cermin.
Beberapa perubahan mungkin tak berbahaya, namun akan lebih baik melihat jika adanya tanda-tanda. Terutama jika adanya tanda kanker mulut seperti sariawan yang tak hilang, bengkak, nyeri lidah dan kesulitan menelan atau mengunyah selama kurang lebih dua minggu.
Selain itu, perubahan pada lidah lainnya bisa menunjukkan kondisi kesehatanmu, seperti berikut ini:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terasa halus
Foto: Thinkstock
|
Lidah normalnya berwarna merah muda dengan beberapa bintil kecil yang disebut papiler. Lidah bisa menjadi halus atau mulus dan berwarna merah jika kamu kekurangan beberapa nutrisi seperti zat besi, asam folik, atau vitamin B.
Selain itu ada juga kondisi kesehatan seperti infeksi, penyakit celiac dan beberapa obat-obatan juga bisa jadi penyebabnya. Jika ada beberapa petak di area yang mulus, bisa jadi kondisi geographic tongue (lidah geografis), di mana bisa hilang dan timbul serta terkadang terasa sakit atau terbakar. Namun jangan khawatir, kondisi ini tidak berbahaya, namun bisa terkait dengan psoriasis atau lichen planus.
Ada bintil di bawah lidah
Foto: Instagram
|
Di bawah lidah biasanya menjadi tempat umum terjadinya sariawan. Virus juga bisa menjadi penyebab banyaknya sariawan yang muncul di ujung dan di samping lidah, yang disebut transient lingual papillitis yang terjadi saat lidah iritasi.
Jika ada bengkak di lidah atau di bawah lidahmu yang terasa sakit dan tak hilang-hilang juga, lebih baik periksakan ke dokter untuk kemungkinan adanya kanker mulut.
Terasa nyeri
Foto: Thinkstock
|
Lidah memang tak bertulang, namun jutaan ujung saraf terdapat di sana. Maka tak heran akan terasa sangat sakit apabila kamu tak sengaja menggigitnya atau melukainya. Sariawan, lichen planus (bintil-bintil), thrush dan geographic tongue (lidah geografis) dapat menyebabkan nyeri.
Beberapa obat dan infeksi juga dapat menyebabkan nyeri. Terkadang nyeri ini bisa menjadi gejala dari kanker, terutama apabila muncul petak warna merah atau putih, serta apabila muncul bengkak. Segera periksakan ke dokter apabila muncul gejala-gejala ini.
Macroglossia
Foto: Thinkstock
|
Macroglossia merupakan sebuah kondisi di mana ukuran lidahmu terlalu besar jika dibandingkan dengan ukuran mulut. Saking besarnya, kadang dokter bisa sampai menemukan jejak gigi di pinggirnya.
Hal-hal yang menyebabkan macroglossia bisa jadi hipotiroidisme, infeksi atau alergi. Alergi kacang-kacangan sering jadi penyebab terbesar lidahmu membengkak besar tak terkontrol hingga keluar dari mulut dan menyusahkanmu untuk sekedar berbicara sekalipun.
Bercelah
Foto: Thinkstock
|
Kadang pada lidah bisa terbentuk celah, terutama saat tubuh kita menua. Namun celah di lidah juga terkait dengan kondisi kesehatan seperti Down syndrome, psoriasis dan sindrom Sjögren's. Kondisi ini tidak membahayakan, namun kamu harus sering menyikat lidahmu secara lembut untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri.
Yang terpenting, saat membersihkan lidah jangan lupa untuk melakukannya dari arah belakang ke depan, bukan sebaliknya. Mengapa? Dikutip dari WebMD, hal ini dapat mendorong keluar bakteri-bakteri yang menumpuk di bagian belakang lidah. Setelah menyikat secara lembut seluruh permukaan lidah, berkumurlah untuk menyingkirkan sisa bakteri yang sudah terangkat.
Lidah normalnya berwarna merah muda dengan beberapa bintil kecil yang disebut papiler. Lidah bisa menjadi halus atau mulus dan berwarna merah jika kamu kekurangan beberapa nutrisi seperti zat besi, asam folik, atau vitamin B.
Selain itu ada juga kondisi kesehatan seperti infeksi, penyakit celiac dan beberapa obat-obatan juga bisa jadi penyebabnya. Jika ada beberapa petak di area yang mulus, bisa jadi kondisi geographic tongue (lidah geografis), di mana bisa hilang dan timbul serta terkadang terasa sakit atau terbakar. Namun jangan khawatir, kondisi ini tidak berbahaya, namun bisa terkait dengan psoriasis atau lichen planus.
Di bawah lidah biasanya menjadi tempat umum terjadinya sariawan. Virus juga bisa menjadi penyebab banyaknya sariawan yang muncul di ujung dan di samping lidah, yang disebut transient lingual papillitis yang terjadi saat lidah iritasi.
Jika ada bengkak di lidah atau di bawah lidahmu yang terasa sakit dan tak hilang-hilang juga, lebih baik periksakan ke dokter untuk kemungkinan adanya kanker mulut.
Lidah memang tak bertulang, namun jutaan ujung saraf terdapat di sana. Maka tak heran akan terasa sangat sakit apabila kamu tak sengaja menggigitnya atau melukainya. Sariawan, lichen planus (bintil-bintil), thrush dan geographic tongue (lidah geografis) dapat menyebabkan nyeri.
Beberapa obat dan infeksi juga dapat menyebabkan nyeri. Terkadang nyeri ini bisa menjadi gejala dari kanker, terutama apabila muncul petak warna merah atau putih, serta apabila muncul bengkak. Segera periksakan ke dokter apabila muncul gejala-gejala ini.
Macroglossia merupakan sebuah kondisi di mana ukuran lidahmu terlalu besar jika dibandingkan dengan ukuran mulut. Saking besarnya, kadang dokter bisa sampai menemukan jejak gigi di pinggirnya.
Hal-hal yang menyebabkan macroglossia bisa jadi hipotiroidisme, infeksi atau alergi. Alergi kacang-kacangan sering jadi penyebab terbesar lidahmu membengkak besar tak terkontrol hingga keluar dari mulut dan menyusahkanmu untuk sekedar berbicara sekalipun.
Kadang pada lidah bisa terbentuk celah, terutama saat tubuh kita menua. Namun celah di lidah juga terkait dengan kondisi kesehatan seperti Down syndrome, psoriasis dan sindrom Sjögren's. Kondisi ini tidak membahayakan, namun kamu harus sering menyikat lidahmu secara lembut untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri.
Yang terpenting, saat membersihkan lidah jangan lupa untuk melakukannya dari arah belakang ke depan, bukan sebaliknya. Mengapa? Dikutip dari WebMD, hal ini dapat mendorong keluar bakteri-bakteri yang menumpuk di bagian belakang lidah. Setelah menyikat secara lembut seluruh permukaan lidah, berkumurlah untuk menyingkirkan sisa bakteri yang sudah terangkat.
(frp/up)