Mitchell Baker kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak atau top skor FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain 19 tahun ini telah mengemas 5 gol dan berpotensi bertambah ketika laga final melawan Thailand.
Baker sendiri menjadi andalan pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk memecah kebuntuan. Selain insting gol yang tajam, pemuda kelahiran Melbourne, Australia ini memiliki postur tubuh 196 cm, yang menjadi keuntungan saat duel bola atas.
Terlebih, Baker juga mendapat dukungan dari rekan-rekan setimnya, termasuk Ole Romeny, yang memberikan pujian ketika Baker mencetak 5 gol saat Indonesia melawan Bangladesh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa Mitchell Baker Bisa Tinggi Banget?
Tidak banyak memang pemain sepakbola, khususnya penyerang yang memiliki postur jangkung lebih dari 195 cm, dan Baker adalah salah satunya.
Lantas, apa-apa saja faktor yang membuat Baker bisa setinggi itu?
1. Genetik
Faktor keturunan merupakan penentu paling dominan. Menurut MedlinePlus dari National Institutes of Health (NIH), sekitar 80 persen variasi tinggi badan manusia dipengaruhi faktor genetik.
Berdasarkan dokumen naturalisasi Mitchell merupakan putra dari Daniel Robert Baker (ayah), warga negara Australia yang lahir di Geelong.
Maureen Lee Baker (ibu), perempuan berdarah Indonesia yang memiliki garis keturunan dari Yogyakarta dan Semarang.
Artinya, seseorang bisa saja memiliki tubuh sangat tinggi karena mewarisi kombinasi gen tertentu dari ayah, ibu, maupun leluhur sebelumnya, meski tinggi badan orang tuanya tidak selalu luar biasa tinggi.
2. Nutrisi Selama Masa Pertumbuhan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa nutrisi pada masa anak-anak sangat penting untuk pertumbuhan tinggi badan.
Besar kemungkinan bahwa orang tua dari Mitchell sangat memerhatikan perihal ini. Karena, sang Ibu, Maureen merupakan mantan , yang merupakan mantan atlet golf dan softball.
3. Tidur yang Cukup
Dikutip dari Medical News Today, kebiasaan tidur cukup juga berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika dikaitkan dengan Mitchell, besar kemungkinan ia juga mendapatkan 'aturan khusus' soal jam tidur, mengingat sang ibu yang mantan atlet.
4. Olahraga Teratur
Olahraga teratur penting untuk perkembangan fisik yang optimal karena mendukung kesehatan tulang dan jaringan otot. Berolahraga dapat membuat tulang lebih padat dan kuat.
Hal inilah yang juga dilakukan oleh Mitchell. Ia sudah menekuni sepakbola sejak belia, bahkan di usia 10 tahun Mitchell bergabung di tim asal Hong Kong yaitu Hong Kong Football Club.
Simak Video "Video: Mengenal Kelainan Genetik Langka yang Dialami Pangeran Frederik"
[Gambas:Video 20detik] (dpy/dpy)










































