Postur Jangkung Mitchell Baker Jadi Modal Kalahkan Thailand di GBK

Postur Jangkung Mitchell Baker Jadi Modal Kalahkan Thailand di GBK

detikHealth
Senin, 05 Okt 2026 14:05 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026), Baker dipasang sejak menit awal oleh pelatih John Herdman. Ia pun langsung membayar kepercayaan itu dengan gol.
Mitchell Baker (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)
Jakarta -

Mitchell Baker kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak atau top skor FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain 19 tahun ini telah mengemas 5 gol dan berpotensi bertambah ketika laga final melawan Thailand.

Baker sendiri menjadi andalan pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk memecah kebuntuan. Selain insting gol yang tajam, pemuda kelahiran Melbourne, Australia ini memiliki postur tubuh 196 cm, yang menjadi keuntungan saat duel bola atas.

Terlebih, Baker juga mendapat dukungan dari rekan-rekan setimnya, termasuk Ole Romeny, yang memberikan pujian ketika Baker mencetak 5 gol saat Indonesia melawan Bangladesh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa Mitchell Baker Bisa Tinggi Banget?

Tidak banyak memang pemain sepakbola, khususnya penyerang yang memiliki postur jangkung lebih dari 195 cm, dan Baker adalah salah satunya.

Lantas, apa-apa saja faktor yang membuat Baker bisa setinggi itu?

ADVERTISEMENT

1. Genetik

Faktor keturunan merupakan penentu paling dominan. Menurut MedlinePlus dari National Institutes of Health (NIH), sekitar 80 persen variasi tinggi badan manusia dipengaruhi faktor genetik.

Berdasarkan dokumen naturalisasi Mitchell merupakan putra dari Daniel Robert Baker (ayah), warga negara Australia yang lahir di Geelong.
Maureen Lee Baker (ibu), perempuan berdarah Indonesia yang memiliki garis keturunan dari Yogyakarta dan Semarang.

Artinya, seseorang bisa saja memiliki tubuh sangat tinggi karena mewarisi kombinasi gen tertentu dari ayah, ibu, maupun leluhur sebelumnya, meski tinggi badan orang tuanya tidak selalu luar biasa tinggi.

2. Nutrisi Selama Masa Pertumbuhan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa nutrisi pada masa anak-anak sangat penting untuk pertumbuhan tinggi badan.

Besar kemungkinan bahwa orang tua dari Mitchell sangat memerhatikan perihal ini. Karena, sang Ibu, Maureen merupakan mantan , yang merupakan mantan atlet golf dan softball.

3. Tidur yang Cukup

Dikutip dari Medical News Today, kebiasaan tidur cukup juga berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika dikaitkan dengan Mitchell, besar kemungkinan ia juga mendapatkan 'aturan khusus' soal jam tidur, mengingat sang ibu yang mantan atlet.

4. Olahraga Teratur

Olahraga teratur penting untuk perkembangan fisik yang optimal karena mendukung kesehatan tulang dan jaringan otot. Berolahraga dapat membuat tulang lebih padat dan kuat.

Hal inilah yang juga dilakukan oleh Mitchell. Ia sudah menekuni sepakbola sejak belia, bahkan di usia 10 tahun Mitchell bergabung di tim asal Hong Kong yaitu Hong Kong Football Club.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Mengenal Kelainan Genetik Langka yang Dialami Pangeran Frederik"
[Gambas:Video 20detik] (dpy/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads