Sayangnya menurut studi terbaru hanya sedikit perokok yang mengetahui hal tersebut. Peneliti menyebut dari sekitar 4.350 perokok yang disurvei hanya 5,5 persen yang tahu bahwa rokok mengandung gula tambahan dan lebih sedikit lagi 3,8 persen yang tahu kalau gula membuat rokok semakin beracun.
Baca juga: Miris! Deretan Kasus Rokok vs Anak Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gula atau madu biasanya ditambahkan pada rokok untuk menutupi rasa tembakau yang pahit sehingga asap lebih mudah dihirup. Bersamaan dengan hal tersebut gula juga akan semakin membuat orang mudah kecanduan.
"Kami cukup terkejut ketika tahu ternyata hampir semua perokok yang kami survei tidak tahu kalau gula ada di dalam rokok mereka," lanjut Andrew.
Studi ini telah dipublikasi di jurnal Nicotine and Tobacco Research, kedepannya peneliti ingin membuat kampanye tentang gula tambahan pada rokok. Harapannya dengan demikian publik semakin tahu dan punya lebih banyak pertimbangan untuk berhenti atau tidak memulai merokok.
Tonton juga 'Cara Jauhkan Rokok dari Anak':
(fds/up)











































