Senin, 05 Nov 2018 11:45 WIB

Deket Kipas Angin Bikin Paru-Paru Basah, Mitos atau Fakta?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pretty Asmara. Foto: Palevi S/detikHOT Pretty Asmara. Foto: Palevi S/detikHOT
Jakarta - Komedian Pretty Asmara meninggal setelah mengalami penumpukan cairan di jaringan sekitar paru-paru. Kondisi ini mengingatkan pada istilah 'paru-paru basah', yang dikenal awam untuk menggambarkan kondisi paru yang terendam cairan. Salah satu yang dianggap menjadi faktor risiko adalah selalu dekat kipas dan tidur di lantai.

Dokter ahli paru dari RS Persahabatan, Jakarta dr Agus Dwi Susanto, SpP mengatakan paru-paru basah sebetulnya tak dikenal dalam dunia medis. Istilah ini untuk menyatakan pembengkakan dalam jaringan paru, karena mengandung terlalu banyak cairan atau edema paru.

"Hingga saat ini belum ada bukti medis yang menyatakan, penggunaan kipas angin atau tidur di lantai bisa menyebabkan paru-paru basah. Kondisi ini bisa dihindari dengan mengetahui faktor risikonya," ujar dr Agus saat dihubungi detikHealth, Senin (5/11/2018).


Paru-paru basah sebetulnya juga kerap ditujukan pada gangguan yang disebut efusi pleura. Kondisi ini ditandai kelebihan cairan pada rongga antara lapisan paru dan dinding dada. Sama dengan edema, efusi pleura menyebabkan jaringan paru membengkak.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan edema adalah pneumonia, gagal jantung, dan gagal ginjal. Edema paru bisa dihindari dengan penerapan pola hidup sehat, kontrol rutin, dan minum obat bagi yang terdeteksi.





Tonton juga 'Firasat Kematian Pretty Asmara':

[Gambas:Video 20detik]

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed