Nah, di Inggris hal ini jadi perhatian karena dokter melihat angka cedera terus meningkat setiap tahun. Setengah dari 4.500 pasien yang dirawat akibat ledakan kembang api di Inggris tahun 2018 usianya masih di bawah 18 tahun dan sekitar 80 persennya laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan bungkus yang ceria seperti mainan orang-orang lupa kalau mereka sedang memegang bahan berpeledak yang bisa menyebabkan luka serius membutuhkan operasi rekonstruktif ekstensif," kata David seperti dikutip dari BBC, Selasa (6/11/2018).
Menurut asosiasi kebanyakan orang-orang cedera saat kembang api dilemparkan, bisa karena kembang api meledak terlalu cepat atau tidak sengaja terkena orang lain di sekitarnya.
David menyarankan agar kembang api sebaiknya dijual seperti rokok dengan peringatan bergambar seram. Foto luka akibat ledakan kemungkinan dapat mengingatkan masyarakat agar ekstra hati-hati saat menggunakan kembang api.
"Bapras meminta pemerinta untuk membuat keputusan yang sudah sewajarnya dengan memastikan semua kembang api di Inggris dijual dengan peringatan bergambar. Mirip seperti yang dilakukan pada bungkus rokok," pungkas David.
Baca juga: Bermain Kembang Api yang Aman Buat Anak |
Tonton juga 'Pabrik Kembang Api di Meksiko Meledak, 19 Orang Tewas':
(fds/frp)










































