Selasa, 06 Nov 2018 16:39 WIB

Riset Kemenkes Sebut 2 Spesies Kelelawar Bisa Tularkan Penyakit Otak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kelelawar bisa menjadi vektor atau perantara penularan penyakit (Foto: iStock) Kelelawar bisa menjadi vektor atau perantara penularan penyakit (Foto: iStock)
Nusa Dua - Riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tidak kurang dari 250 spesies kelelawar telah teridentifikasi di Indonesia. Sebanyak 2 spesies di antaranya berperan sebagai pembawa penyakit Japanese Enchepalitis.

"Ada Japanese Enchepalitis, jadi penyakitnya memang dulu sudah ada tapi kemudian ditemukan vektor pembawa penyakitnya," kata Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (6/11/2018).

Japanese Enchepalitis adalah penyakit radang otak yang menyebabkan penumpukan cairan pada otak. Jenis penyakit ini disebabkan oleh virus yang awalnya ditularkan oleh nyamuk. Pada kelelawar, virus ini didapatkan karena tergigit oleh vektor yang menularkan penyakit tersebut.



Penyakit ini termasuk dalam re-emerging disease yakni penyakit yang keberadaannya muncul kembali.

"Memang hasil dari riset khusus vektora terdapat vektor yang menyebabkan penyakit. Ada jenis-jenis kelelawar yang tadinya tidak membawa vektor tapi kemudian sekarang ditemukan vektor," tambahnya.

Nadia melanjutkan, meski belum terbukti menular ke manusia, penyakit tersebut tetap memiliki potensi untuk menjangkit pada manusia.

"Potensi penularan akan selalu terjadi, karena memang binatang tersebut dekat dengan kita bahkan masih ada yang konsumsi. Jadi perlu upaya intervensi juga dari masyarakat," tutupnya.

(up/up)
News Feed