Rabu, 07 Nov 2018 12:40 WIB

Nggak Suka Bau Durian? Mungkin Kamu Mengalami Hiperosmia

Rosmha Widiyani - detikHealth
Durian. Foto: Istimewa
Jakarta - Dalam sebuah kabar yang viral, jadwal penerbangan Sriwijaya Air SJ 091 Bengkulu-Jakarta tertunda gara-gara bau durian. Penumpang memprotes awak kabin hingga akhirnya turun dari pesawat. Informasi tersebut viral lewat unggahan Amir Zidane di Facebook.

Dikutip dari Healthline, dunia medis mengenal hiperosmia yang merupakan kepekaan ekstra terhadap suatu aroma. Ketidaksukaan ini berujung pada kegelisahan dan depresi, yang bisa mengganggu lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis bau yang tidak disukai adalah parfum, wewangian artifisial, dan produk pembersih.


Sekitar 25-50 persen pengidap hiperosmia mengalami migrain saat indera penciumannya menjadi lebih peka. Namun ada kondisi lain yang bisa mengacu hipersensitivitas hidung. Misal kehamilan, alzheimer, dan penyakit autoimun. Penyebab lain adalah alergi yang memicu kepekaan hidung.

Kondisi hiperosmia sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter terkait. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari pengidap. Konsultasi juga memungkinkan pasien tahu penyeban hiperosmia, hingga bisa ditangani lebih lanjut.

Penanganan hiperosmia bergantung dari kondisi yang menyebabkan kepekaan ekstra pada hidung pasien. Dalam beberapa kasus, hiperosmia disebabkan daging yang tumbuh dalam jaringan hidung. Operasi diperlukan untuk secepatnya mengatasi gangguan kepekaan hidung.

(Rosmha Widiyani/frp)