Kamis, 08 Nov 2018 06:50 WIB

Sebagian Ortu Masih Ragu, Imunisasi MR di Sulsel Sudah 75 Persen

Muhammad Taufiqqurahman - detikHealth
Keraguan sebagian orang tua masih membayangi imunisasi MR (Foto: Taufiqqurahman/detikHealth) Keraguan sebagian orang tua masih membayangi imunisasi MR (Foto: Taufiqqurahman/detikHealth)
Makassar - Perkembangan imunisasi campak dan Rubella di wilayah Sulawesi Selatan telah mencapai 75 persen dari keseluruhan wilayah. Namun pencapaian pada target minimal 95 persen di 2018 masih terkendala beberapa hal seperti soal keraguan orangtua anak.

"Pengaruh isu-isu yang berkembang di masyarakat yang menyebabkan banyak orang tua yang masih ragu," kata Health Specialist Unicef wilayah Sulawesi dan Maluku, Muliana di Makassar, Sulsel, Rabu (7/11/2018).

Isu-isu yang berkembang di masyarakat masih soal polemik terkait bolehnya imunisasi, lalu ketakutan adanya penyakit yang ditimbulkan karena imunisasi ini. Keraguan tersebut dijawab dari persentase anak yang telah diimunisasi sebesar 75 persen di Sulsel, tidak ada yang meninggal atau mengalami catat.

"Dari jumlah 2,3 juga anak di Sulsel, masih ada 588.732 anak yang belum diimunisasi campak dan rubella," sebutnya dengan menyebut komitmen pemerintah agar Indonesia bebas campak dan rubellla di tahun 2020.

Dia juga menyebutkan telah ada fatwa MUI soal bolehnya imunisasi ini. Pada fatwa Ketua MUI, kata Muliana disebutkan bahwa imunisasi masuk dalam ketegori wajib apabila ada bahaya yang mengancam, penyakit atau menimbulkan kecacatan.

Pentingnya Imunisasi ini dikarenakan Indonesia masih merupakan negara dengan penyakit rubella tertinggi di Asia, bahkan untuk penyakit campak di dunia, Indonesia berada diurutan 7 dengan jumlah kasus terbanyak.



"Namun patut disyukuri sampai dengan 3 bulan pelaksanaan kampanye imunisasi campak rubella di Sulsel cukup baik. Sudah ada 3 Kabupaten yang sudah berhasil mencapai target cakupan minimal 95 persen dari total jumlah anak yang harus diimunisasi," ungkapnya.

Kendala lainnya dalam imunisasi ini besarnya jumlah sasaran dan luas wilayah yg harus dijangkau oleh petugas imunisasi, termasuk rendahnya peran serta lintas sektor di tingkat bawah.

"Tidak sampai 30 persen lagi sasaran yang tersisa, jika semua turun tangan tentu pasti semuanya bisa dilayani, karena imunisasi ini salah satu bentuk perlindungan anak," kata dia.

Sementara itu, Konsultan Imunisasi MR wilayah Sulawesi dan Maluku, Abdul Halik Malik mengatakan saat ini baru Kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Jeneponto yang sudah mencapai target mininal 95 persen.

"Setiap orang tua diminta untuk tidak melewatkan kesempatan imunisasi ini mengingat imunisasi MR tetap diberikan secara gratis di setiap puskesmas dan posyandu," kata dia.


Simak Juga 'Apa Risiko Saat Bunda Menolak Imunisasi untuk Anak?':

[Gambas:Video 20detik]


(up/up)