Minggu, 11 Nov 2018 12:55 WIB

Ramai Soal Harbolnas, Belanja Bisa Jadi Sarana Relaksasi Lho

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi belanja. Foto: shutterstock Ilustrasi belanja. Foto: shutterstock
Jakarta - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sedang hangat di kalangan warganet Indonesia. Mesin pencari Google mencatatnya sebagai salah satu pencarian terpopuler pada Minggu (11/11/2018).

Pada perayaan Harbolnas, penyedia jasa belanja online menyediakan diskon, hadiah, dan kemudahan lagi bagi pelanggan. Dari sisi kesehatan jiwa, belanja secara online atau datang langsung ke toko ternyata bisa menjadi sarana relaksasi.

Hal ini dilakukan warga Amerika yang menjadikan belanja sebagai terapi kejiwaan atau retail theraphy. Dikutip dari Psychology Today, lebih dari separuh warga Amerika melakukan kegiatan terapi belanja.

Hasil riset TNS Global dan Ebates.com menegaskan hal serupa yang dimuat dalam Journal of Psychology and Marketing. Peneliti Selin Atalay dan Margaret Meloy menyatakan, sebanyak 62 persen responden belanja untuk menyemangati diri. Sebanyak 28 persen lainnya menggunakan belanja untuk merayakan keberhasilan (selebrasi).

"Kata terapi mungkin kurang tepat, namun belanja memang punya efek penghargaan secara psikologis kepada pelakunya. Bebrapa kata lain yang identik dengan terapi belanja adalah hiburan, menghilang sementara, dan suntikan semangat," kata ahli psikologi dan marketing dari Golden Gate University Kit Yarrow.


Menurut Yarrow, belanja online kerap disebut sebagai liburan kejiwaan (mental vacation) mini. Kegiatan ini memungkinkan relaksasi dan tak perlu banyak mikir, kecuali bertujuan membeli sesuatu. Pengalihan waktu sementara saat dalam tekanan bisa meningkatkan produktivitas kerja dan ketepatan pengambilan keputusan.

Riset menunjukkan pikiran bawah sadar seseorang bisa terus menyelesaikan masalah bila tak terlalu fokus dengan satu kegiatan. Hal ini beda dengan multitasking yang berisiko menyebabkan kehilangan fokus, akibat mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

Belanja online atau cuci mata di pusat perbelanjaan bisa menjadi liburan singkat tanpa perlu persiapan dan perencanaan. Hasilnya adalah kondisi mental yang lebih baik untuk menyelesaikan tugas yang ada. Namun belanja yang bertujuan relaksasi harus diwaspadai bila telah mengganggu kondisi keuangan, mencuri, tak menyelesaikan pekerjaan demi belanja, merasa malu, bersalah, atau terganggu usai belanja.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed