Minggu, 11 Nov 2018 17:42 WIB

Kemenkes Tegaskan Tidak Ada Outbreak Japanese Encephalitis di Bali

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kabar outbreak Japanese Encephalitis di Bali telah dibantah Kementerian Kesehatan RI (Nandhang Astika/detikTravel) Kabar outbreak Japanese Encephalitis di Bali telah dibantah Kementerian Kesehatan RI (Nandhang Astika/detikTravel)
Jakarta - Sejumlah media di Australia mengabarkan peringatan outbreak Japanese Encephalitis (JE) di Bali. Kabar yang telah dibantah Dinas Kesehatan Bali tersebut kembali dibantah oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Tidak benar jika diberitakan terjadi lonjakan kasus atau bahkan outbreak JE di Bali," kata Direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan Vensya Sitohang, dikutip dari rilis yang diterima detikHealth, Minggu (11/11/2018).

"Sepanjang tahun 2018, hanya ditemukan 1 kasus JE pada bulan Januari tanpa kematian," lanjut Vensya sebagaimana telah disampaikan juga oleh Dinas Kesehatan Bali.


Surat pernyataan Dines Bali tentang Japanese EncephalitisSurat pernyataan Dines Bali tentang Japanese Encephalitis Foto: detikHealth

Dinkes Bali bahkan telah melakukan vaksinasi JE pada bulan April 2018 dan telah mencapai target 100 persen. Imunisasi JE di Bali telah masuk imunisasi rutin dengan sasaran seluruh bayi usia 10 bulan di provinsi tersebut.

JE merupakan penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh nyamuk sebagai vektor. Jenis nyamuk yang menularkan virus JE adalah culex, jenis yang sama seperti nyamuk yang menularkan filariasis atau kaki gajah.

(up/up)
News Feed