Senin, 12 Nov 2018 07:25 WIB

Di Jepang, Bunuh Diri Paling Banyak Terjadi di Senin Pagi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Depresi yang tidak teratasi kerap berujung pada pikiran untuk bunuh diri (Foto: iStock) Depresi yang tidak teratasi kerap berujung pada pikiran untuk bunuh diri (Foto: iStock)
Jakarta - Rasanya semua sepakat, Senin pagi dengan segala keruwetannya adalah waktu paling bikin stres sepanjang pekan. Sebuah penelitian menegaskan hal itu dengan mengungkap tingginya angka bunuh diri di Jepang pada Senin pagi.

Para ilmuwan dari Waseda University dan Osaka University mengamati 873.000 kasus bunuh diri yang terdata di Jepang antara 1974 hingga 2014. Mereka menganalisisnya dari berbagai sisi, mulai dari usia, jenis kelamin, hingga waktu kejadian.

Hasilnya, pria berusia 40-65 tahun paling banyak melakukan bunuh diri pada Senin pagi antara pukujl 4:00 hingga 7:59, dengan puncak tertinggi di periode 1995-2014. Diyakini ini adalah waktu ketika seseorang hendak berangkat kerja.

Dikutip dari The Telegraph, angka bunuh diri pada siang hari pada kelompok usia tersebut 1,57 kali lipat lebih tinggi dibanding pada malam hari. Pada hari Senin, angka bunuh diri 1,55 kali lebih tinggi dibandingkan pada hari Sabtu.



Bunuh diri kerap dilatarbelakangi oleh masalah kejiwaan, seperti stres dan depresi. Sebuah organisasi di Inggris yang menyediakan layanan konseling kejiwaan, Samaritans, baru-baru ini membuat kampanye pencegahan bunuh diri yang mereka namakan 'Small Talk Saves Lives'.

Saat melihat orang lain yang menunjukkan tanda-tanda akan bunuh diri, seseorang dianjurkan untuk berbuat sesuatu. Salah satunya dengan mengajak bicara, karena obrolan sesimpel apapun bisa mengalihkan seseorang dari pikiran untuk bunuh diri.

[Gambas:Youtube]






Saksikan juga video 'Ini yang Harus Dilakukan Jika Orang Terdekat Alami Depresi':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed