Rabu, 14 Nov 2018 12:32 WIB

Mengenal Tes Nutrigenomic, Cara Atur Pola Makan yang Tepat

Nabilla Putri - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Di zaman yang teknologinya makin maju, banyak orang yang mencoba program kesehatan agar bentuk tubuh tetap ideal. Namun ada satu hal penting yang harus diperhatikan, jangan sembarang memilih program kesehatan.

Semua program kesehatan pasti memiliki aturan pola makan yang harus diikuti. Namun jangan sampai salah pilih karena jika tidak sesuai kondisi tubuh. Sebab, hasil programnya bisa tidak maksimal dan menyebabkan masalah baru.

Clinical Dietitian & Sport Nutritionist sekaligus Direktur Utama MesaAcademy Nutrition & Sport Performance, Emilia E. Achmadi MS., RDN, mengatakan dalam memilih program kesehatan sebaiknya terlebih dahulu mengetahui tujuan dari program yang akan dilakukan.

Misalnya meliputi masalah makanan yang harus dikonsumsi, kelebihan atau kekurangan berat badan, serta aktivitas fisik seperti apa yang harus dilakukan.


"Jika ingin mengatur harus tahu keadaan diri sendiri dan tujuan pengaturan pola makan ingin menjadi seperti apa atau bagaimana. Jadi tidak bisa, saya mau mengatur pola makan tapi tidak tahu kondisi saat ini seperti apa dan tidak tahu ingin seperti apa begitu," ujar Emilia kepada detikHealth, Selasa (13/11/2018).

Agar bisa mengatur pola makan dengan tepat, Emilia menyarankan untuk melakukan cek medis dan salah satu cara yang sekarang bisa dilakukan adalah menggunakan tes nutrigenomic atau tes genetik. Caranya mudah, cukup melakukan tes DNA dengan air ludah. Nantinya hasil dari tes tersebut seseorang bisa mengetahui program kesehatan apa yang harus dilakukan.

"Sebetulnya DNA dapat dilihat dari mana saja, yang berhubungan dengan cairan biologis atau bagian tubuh apa saja. Namun jika diambil dari tes darah sifatnya lebih intrustif. Jika air ludah kita tidak perlu menyakiti (menimbulkan rasa sakit), tidak perlu melukai, jadi itu yang lebih aman dan lebih mudah," jelasnya.

Kemudian hasil dari tes saliva tersebut akan dibacakan oleh dokter gizi klinik atau registered dietitian untuk perencanaan nutrisi dan latihan fisik. Sehingga seseorang bisa mengatur makanan yang cocok dan dibutuhkan gen demi mencegah terkena penyakit tidak menular, seperti stroke, jantung, diabetes, hipertensi maupun kolesterol.


(idr/idr)
News Feed