Jumat, 16 Nov 2018 07:15 WIB

Sarapan Kepagian Lebih Sehat Dibanding Makan Tengah Malam, Ini Alasannya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi makan tengah malam. Foto: iStock Ilustrasi makan tengah malam. Foto: iStock
Jakarta - Sebuah riset yang dilakukan Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons menyarankan tidak makan malam terlalu larut. Makan malam sebaiknya dilakukan sebelum pukul 6 sore untuk menjaga kesehatan jantung.

"Kami memang hanya meriset sebagian etnis di Amerika. Namun, hasil serupa kemungkinan akan diperoleh dari riset terhadap etnis lainnya," kata peneliti Nour Makarem yang menjelaskan risetnya dalam pertemuan tahunan American Heart Association's Scientific Sessions, dikutip dari Live Science.



Riset menggunakan data dasar dari Hispanic Community Health Study/Study of Latinos. Data ini memiliki 12.700 responden dewasa dari etnis latin berusia 18-76 tahun. Studi meneliti tekanan darah dan kadar gula responden berdasar pola makan.

Lebih dari separuh responden biasa mengonsumsi 30 persen dari kebutuhan kalori usai pukul 6 malam. Responden ini memiliki tekanan darah cenderung tinggi dibanding yang tidak makan setelah jam 6 malam. Responden juga memiliki kadar dan penanda resistensi insulin (HOMA-IR) yang lebih tinggi.

Anjuran tidak makan setelah jam 6 malam juga terkait dengan jam biologis tubuh. Fungsi tubuh cenderung lebih aktif saat masih ada matahari. Artinya tubuh lebih banyak mengolah dan memanfaatkan kandungan makanan saat pagi dan siang dibanding malam hari.






Tonton juga 'Manfaat Besar Sarapan untuk Anak':

[Gambas:Video 20detik]

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed