Jumat, 16 Nov 2018 16:45 WIB

Disebut Berbahaya oleh BPOM, Ini Tanggapan Brand Lipstik Terkenal QL

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Produk kosmetik QL yang ditarik dari peredaran. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Produk kosmetik QL yang ditarik dari peredaran. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Beberapa hari lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis temuan produk kosmetik ilegal senilai Rp 112 miliar sepanjang 2018. Jenisnya beragam mulai dari lipstik, pensil alis, hingga eyeshadow. Berbagai kosmetik tersebut kini ditarik dari peredaran.

Dari berbagai produk yang ditarik BPOM itu salah satunya adalah produk QL Matte Lipstick dari QL Cosmetic yang di dalamnya terkandung bahan merah K3. "Kita melakukan post market control dengan cara sampling, sampling diuji di laboratorium. Oh ini ketemu mengandung merah K3, di mana merah K3 itu adalah pewarna tekstil," jelas Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini.

Menanggapi pernyataan BPOM tersebut, Marketing Manager QL Cosmetic Ariyanto dalam klarifikasinya menyebutkan bahwa pihak QL Cosmetic sudah mengikuti berbagai prosedur dari BPOM guna memastikan semua produk QL Cosmetic aman.

"Begini semua jalur, proses, prosedur, dari BPOM sudah kami jalankan," ujarnya kepada detikcom saat ditemui di kantornya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (16/11/2018).




Menurut Ariyanto, pihaknya pun sudah melakukan penarikan produk QL Matte Lipstick sejak medio Mei sampai Agustus 2018 "Untuk penarikan, kami menerima surat dari BPOM pada April 2018 dan pada 4 Mei langsung kami kirim surat ke distributor untuk penarikan produk. Dan tentunya mekanisme penarikan produk tidak gampang, apalagi produk kita sudah tersebar di Indonesia," katanya. Pada Agustus 2018, Ariyanto memastikan seluruh produk QL Matte Lipstick sudah ditarik semua dari peredaran.

Dia menjelaskan penarikan produknya sudah melalui prosedur BPOM hingga proses pemusnahan produk. "Prosesnya kami menarik produk-produk kami lewat distributor, lalu dikirim ke distributor regional, dan dari regional dikirim ke Jakarta, baru akhirnya di pabrik. Kemudian kita menunggu dari BPOM untuk instruksi pemusnahan, karena cuman BPOM yang mempunyai wewenang hal tersebut," ujarnya.

Sementara itu mengenai temuan bahan merah K3 di produk QL Matte Lipstick, menurut Ariyanto itu merupakan ranah BPOM. Sebagai pihak brand, pastinya perusahaannya selalu mematuhi regulasi dari pemerintah dalam membuat produk kosmetik.

"Kita memang memiliki lab tapi tetap acuan lab BPOM yang harus dipakai. Istilahnya begini fungsi dari BPOM adalah membimbing, mengarahkan, dan membina sesuai standart nya. Intinya dari kami, apapun yang diminta dari BPOM kami ikutin," tutupnya.

(fds/fds)
News Feed