Sabtu, 17 Nov 2018 14:30 WIB

Pasangan yang Punya Anak Survivor Kanker Bisa Jadi 'Tim' yang Baik

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Pasangan yang Punya Anak Survivor Kanker Bisa Jadi Tim yang Baik. Foto: thinkstock Pasangan yang Punya Anak Survivor Kanker Bisa Jadi 'Tim' yang Baik. Foto: thinkstock
Jakarta - Memiliki anak yang menjadi penyintas kanker ternyata sedikit banyak memberikan dampak pada hubungan pasangan. Hal ini pun membuat pasangan menjadi lebih nyaman untuk bergantung dan menjadi tim yang baik, yang dijelaskan oleh Luzius Mader, PhD, dari Departement of Health Sciences and Health Policy University of Lucerne, Swiss, dalam Congress of the International Society of Paediatric Oncology, Kyoto, Jepang, Jumat (16/11/2018).

Kesimpulan itu didapatkan berdasarkan penelitiannya di Swiss bersama rekan-rekannya yang lain pada 784 orangtua para survivor yang didiagnosis pada usia 16 tahun ke atas dan sudah lebih dari 5 tahun dinyatakan remisi. Untuk pembanding, tim melakukan riset juga pada 471 orangtua dari anak-anak yang sehat.


Hasilnya, mengasuh anak penyintas kanker tidak memiliki perbedaan dengan hubungan pasangan lainnya. Akan tetapi, penelitian ini menemukan fakta menarik yakni pasangan jadi lebih nyaman untuk lebih tergantung, terutama pada sosok ayah. Salah satu kemungkinannya adalah kerjasama tim yang terbangun dengan baik dalam keluarga.

"Kami menemukan beberapa bukti bahwa pengalaman kanker mungkin saja meningkatkan dependensi dalam hubungan, kemungkinan potensial dikarenakan survivor kanker umumnya lebih nyaman terhadap dependensi atau hal lainnya bisa karena kerjasama tim (dukungan dalam keluarga)," ujarnya.

Ayah pun disebut memiliki peranan yang lebih banyak dalam mengasuh anak, menggeser pola tradisional yakni ibu yang lebih terlibat dalam pengasuhan anak. Namun pada kedua kelompok, sosok ayah memang mendapatkan skor yang lebih tinggi untuk 'dependensi' dan 'rasa aman'.

(ask/frp)
News Feed