Sabtu, 17 Nov 2018 18:35 WIB

Catat! dr Tompi Ingatkan Tanam Benang di Hidung Ada Risikonya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pertimbangkan lagi kalau ingin tanam benang untuk koreksi hidung, banyak risikonya! Foto: Thinkstock Pertimbangkan lagi kalau ingin tanam benang untuk koreksi hidung, banyak risikonya! Foto: Thinkstock
Jakarta - Berbagai metode tersedia untuk memperbaiki bentuk hidung. Tanam benang adalah salah satunya yang diklaim dapat memperbaiki bentuk hidung dalam waktu singkat dan aman.

Namun metode tanam benang untuk koreksi bentuk hidung tidak disarankan dokter ahli bedah plastik dr Teuku Adifitrian SpBP atau lebih dikenal dengan dr Tompi. Perbaikan tampilan tidak sepadan dengan risiko yang mungkin terjadi pada pasien.



"Terlihat mancung karena bengkak di sekitar daerah yang ditanam benang. Paling 3-4 minggu kemudian pasien balik lagi karena hidung terlihat kembali seperti sebelum operasi," kata dr Tompi dalam siaran Instagram Live lewat akun @beyoutiful_drtompi pada Sabtu (17/11/2018).

Benang berisiko keluar dari kulit akibat penipisan jaringan. Bentuknya seperti jerawat namun tidak kunjung sembuh. Benang yang sudah terlanjur ditanam harus dikeluarkan dari jaringan hidung dengan operasi.

Benang tidak cukup kuat untuk menarik ujung hidung hingga membentuk sudut. Koreksi hanya bisa dilakukan dengan penambahan tulang rawan di bagian ujung hidung. Penyangga berbentuk mirip tripod yang cukup kuat menahan jaringan tulang rawan yang telah terbentuk sebelumnya.

(Rosmha Widiyani/frp)
News Feed