Minggu, 18 Nov 2018 09:31 WIB

Atlet Cantik Simone Julia Belajar Jiu-Jitsu Biar Makin Pede Pergi Sendiri

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Simone Julia mempraktikkan gerakan Jiu Jitsu. (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth
Jakarta - Nama Simone Julia mungkin sebelumnya terkenal sebagai seorang artis di Tanah Air. Namun ia baru saja ikut menjadi bagian dari timnas Indonesia dalam cabang olahraga Jiu-Jitsu pada perhelatan Asian Games 2018 lalu.

Simi, panggilannya, baru menggeluti olahraga bela diri ini 4 tahun lalu. Ia mengaku terinspirasi dari seorang judoka wanita dan bintang gulat terkenal, Ronda Rousey. Ia lalu mencari-cari informasi soal olahraga jiu-jitsu dan menemukan alasan tepat dan juga mulia yang mendorongnya untuk lebih mengenal olahraga tersebut.

"Tertariknya di jiu-jitsu karena saya nyoba dan cari-cari tahu info kalau jiu-jitsu itu bela diri yang bisa mengalahkan orang yang lebih berat dan lebih kuat. Jadi seru aja sebagai perempuan, bikin terasa bangga sama diri sendiri. Terus ngerasa lebih percaya diri," ungkap wanita blasteran Kanada-Indonesia ini saat berbincang dengan detikHealth di kawasan Senayan, Sabtu (17/11/2018).



Sejak pindah ke Indonesia dari Singapore pada 2009 lalu, ia ingin merasakan aman dan percaya diri saat pergi sendirian di kota. "Mau ke manapun, dalam situasi apapun, I know I can defend myself," imbuh Simi yang kini berusia 28 tahun.

Walau memang belum pernah mengalami situasi berbahaya atau menyeramkan, namun menurutnya memiliki kemampuan dasar bela diri sangat penting, terutama bagi wanita. Jiu-jitsu baginya merupakan olahraga yang tepat, karena selain membuat tubuhnya makin bugar dan kencang, olahraga tersebut merupakan olahraga defensif yang bagus untuk melawan penyerang.

Ia berpesan kepada seluruh wanita untuk mengerti soal pentingnya bela diri sebagai salah satu tindakan antisipasi keamanan diri sendiri. Para wanita tak perlu takut saat mendengar olahraga bela diri, meskipun terlihat 'kasar' namun sangat berarti.

"Justru when you know self defense kamu malah mungkin nggak akan perlu memakainya soalnya udah punya keyakinan dengan diri sendiri udah pede sama diri sendiri. And the way you carry yourself in the world udah kelihatan jadi risiko akan diserang bakalan berkurang, kalau kamu terlihat lemah, pakai high-heels mungkin akan lebih berisiko ketimbang yang terlihat berbadan tegap, kuat dan percaya diri. It's like 'you won't mess with me'," tandasnya.

(frp/fds)