Senin, 19 Nov 2018 09:27 WIB

Takut Lihat Pokemon Nyata di Detective Pikachu? Ini Alasan Psikologisnya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pikachu, pokemon imut ini dinilai seram dalam bentuk nyatanya. Foto: (imdb.) Pikachu, pokemon imut ini dinilai seram dalam bentuk nyatanya. Foto: (imdb.)
Jakarta - Bagi kamu pecinta kartun Jepang 'Pokemon' dan memainkan game Detective Pikachu, mungkin sudah tak sabar untuk menonton film live action berjudul sama yang akan rilis beberapa bulan lagi. Namun usai melihat trailer-nya, beberapa warganet mengaku melihat pokemon nyata malah justru menyeramkan.

"pokemon movie serem men, ga ada imut2nya :(((" tulis akun Twitter @anzilnyaw.

"pokemon ada bulu bulunya kenapa malah serem ya" akun @aninrara menimpali.

Dalam film ini, para pokemon dibuat terlihat nyata menggunakan Computer-generated imagery (CGI), bukan lagi 2 dimensi seperti yang kita ketahui. Rupa-rupanya, di balik rasa seram yang dialami oleh beberapa warganet, ada alasan psikologis di baliknya.


Dikutip dari HuffPost, alasan pertama adalah orang-orang berada dalam teritori yang disebut 'uncanny valley'. Merupakan sebuah istilah yang digunakan mengacu pada fenomena di mana sosok yang dihasilkan komputer atau robot humanoid yang memiliki kemiripan yang hampir identik dengan manusia membangkitkan rasa tidak nyaman atau jijik pada orang yang melihatnya.

Ken Goldberg, perofesor teknik industri dan riset operasi di University of California, Berkeley menyebutkan kita merasakan 'uncanny valley' saat mengalami atau melihat sesuatu yang familiar lalu tiba-tiba menjadi sangat asing.

Sementara profesor psikologi dari Knox College di Illinois, Frank McAndrew menyebutkan bahwa melihat para pokemon nyata merupakan efek ketegangan kognitif. Baginya, hal ini karena ketidakpastian kita untuk mengkategorikan tokoh-tokoh kartun yang kini menjadi 3 dimensi tersebut.

"Kita ingin dapat mengkategorikan hal-hal ini, sehingga kita berjuang untuk itu. Karena sebenarnya ini seharusnya apa sih? Orang? Atau seharusnya sesuatu yang lain? Kita tidak tahu. Kamu tahu kalau kita tak suka ketidakpastian," katanya.

Otak mendikte kita untuk tidak takut pada hal yang tak bisa kita bedakan, lanjutnya. Rasa aneh atau gaib atau uncanny valley tadi memang sebuah respons fisik dan terhubung dengan mekanisme tubuh kita untuk melawan atau kabur.

Kita terbiasa melihat pokemon atau tokoh-tokoh kartun lainnya sebagai obyek yang tidak nyata atau khayalan. Maka, saat kita melihat mereka 'dihidupkan' dan tampil secara realistis dengan gerak mirip manusia dan rambut serta bicara seperti manusia, secara psikologis kita akan merasa asing.



(frp/up)