Senin, 19 Nov 2018 18:04 WIB

Mr P Terpotong dan Tak Mungkin Disambung Lagi, Bisakah Dicangkok?

Ayunda Septiani - detikHealth
Cangkok penis bukan hal yang mustahil dilakukan (Foto: iStock) Cangkok penis bukan hal yang mustahil dilakukan (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang tahanan di Sulawesi Selatan nekat memotong kelaminnya sendiri. Potongan kelaminnya dibuang ke dalam kloset sehingga nyaris mustahil untuk menyambungnya lagi.

Kalaupun ditemukan, potongan penis tidak serta-merta bisa disambung begitu saja. Dokter urologi dari RS Mayapada, Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, menyebut ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan ketika penis yang terpotong hendak disambung lagi.

Alternatifnya, penis yang hilang digangi dengan transplantasi atau cangkok. Namun ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

"Di Indonesia belum ada dan belum pernah melakukan pencangkokkan terhadap penis," ujar dr Akbari saat berbincang dengan detikHealth, Senin (19/11/2018).

Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin. Diberitakan detikHealth sebelumnya, seorang pria berusia 21 tahun di Afrika Selatan menjadi pria pertama di dunia yang menerima cangkok penis.

Tidak disebutkan identitasnya. Operasi dilakukan selama 9 jam di Tygerberg Hospital, Afrika Selatan. Ia terpaksa mengamputasi alat kelaminnya tiga tahun lalu karena proses sunat yang gagal.



Operasi dilakukan oleh ahli bedah dari Stellenbosch University dan Tygerberg Hospital di Cape Town, Afrika Selatan. Penis disumbangkan ke rumah sakit oleh donor organ yang sudah meninggal dunia. Para ahli bedah pun berhasil menyambung kembali saraf dan pembuluh darah di penis laki-laki tersebut, yang memungkinkannya buang air kecil secara normal dan kembali aktif secara seksual.

Lalu di Amerika Serikat seorang veteran perang Afghanistan, berhasil dioperasi oleh tim dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins, Amerka Serikat pada bulan Maret lalu. Hasil eksperimen itu dipublikasikan ke media-media di Amerika Serikat Senin, 23 April 2018 lalu.



Operasi yang berlangsung selama 14 jam tersebut berhasil membangun kembali dan memfungsikan seluruh jaringan panggul, menormalkan kembali fungsi saluran kemih dan mengembalikan fungsi seksual.

Menurut Dr WP Andrew lee yang memimpin tim dokter dalam operasi itu, operasi penis bertujuan memperbaiki kehidupan mereka yang kehilangan penis. Biasanya terjadi karena kecelakaan dan amputasi.

(up/up)
News Feed