Selasa, 20 Nov 2018 10:52 WIB

Jalan Cepat hingga Lansia Aktif, Belajar Disiplin dari Orang Jepang

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kehidupan lansia di Jepang. Foto: Aisyah Kamaliah
Tokyo - Pelajaran berarti kami dapatkan ketika detikHealth pergi ke Jepang. Kala itu kami hendak melanjutkan perjalanan menuju stasiun Mukogaoka Yuen, Tama Ward of Kawasaki, Kanagawa, kami tertinggal kereta yang hanya berhenti sekian detik. Ternyata kami kurang cepat, bahkan dibandingkan dengan seorang lansia yang langsung masuk ke gerbong kereta dengan langkah panjang.

"Kami mohon, kami buru-buru!" kata salah seorang rekan. Petugas tersebut menggelengkan kepalanya dan pintu kereta tetap tertutup rapat.

Bukan hal yang aneh, sebab disiplin sudah menjadi hal yang melekat di Jepang. Di stasiun sekalipun, masih nampak para lansia yang melangkahkan kaki dengan cepat, satu dua dibantu dengan tongkat. Jangan salah, ada juga yang masih kuat berlari mengejar kereta.


Kehidupan lansia di Jepang yang selalu aktif dan disiplinKehidupan lansia di Jepang yang selalu aktif dan disiplin Foto: Aisyah Kamaliah


Sama halnya ketika melihat tempat lain di daerah Jepang. Menemukan lansia yang sedang jogging atau menaiki sepeda bukanlah hal yang jarang. Tak heran mereka juga masih terlihat bugar.

Menurut perkiraan pemerintah Jepang, orang-orang berusia di atas 65 tahun akan mencapai 60 persen di tahun 2060, seperti dikutip dari Independent. Namun sejumlah lansia memang masih banyak yang memutuskan untuk bekerja dan bergerak aktif guna mendapatkan kesehatan mental dan fisik yang baik.

Berjalan adalah salah satu olahraga yang low impact namun memberikan manfaat yang luar biasa. Para ahli menyarankan setidaknya untuk berjalan kali selama 150 menit selama seminggu. Dengan berjalan kaki selama 30 menit per hari sebenarnya target ini tidaklah sulit.

(ask/up)