Rabu, 21 Nov 2018 17:20 WIB

Catat! Ini Pesan Ibnu Jamil Soal Persiapan Lari Agar Tak Berdampak Fatal

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Foto: Ibnu Jamil (Vey/detikHOT) Foto: Ibnu Jamil (Vey/detikHOT)
Jakarta - Pada perlombaan lari Borobudur Marathon 2018, Minggu (18/11/2018), seorang peserta bernama Firman Aswani Ansah pingsan menjelang garis finis. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong meskipun sudah mendapatkan penanganan medis.

Menanggapi kejadian tersebut, presenter sekaligus aktor Ibnu Jamil yang juga menggemari olahraga lari mengingatkan pentingnya untuk tidak meremehkan olahraga lari serta harus mempersiapkan kondisi fisik tubuh agar tidak mengalami peristiwa nahas.

"Olahraga lari ini bukan olahraga yang sembarangan, dibutuhkan kesiapan juga. Fisiknya, pola latihan juga harus benar, pola makan, istirahatnya juga harus benar," ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).



Menurutnya, olahraga lari apalagi marathon dibutuhkan persiapan yang cukup matang, mulai dari mempersiapkan peralatan lari, kondisi fisik. Ibnu menyebut bahwa lomba lari itu bukan hanya modal otot kaki saja, melainkan butuh banyak otot tubuh untuk melakukan perlombaan ini, sehingga diperlukan persiapan yang cukup matang.

"Kebanyakan orang beranggapan, 'ah tinggal lari doang, gampang'. Itu anggapan kayak gitu salah besar. Ibaratnya sebelum perang, mesti bawa senjata. Nah begitu juga pelari, harus persiapkan detail-detail kecil," jelas Ibnu.

Ia berpesan kepada semua orang untuk tidak sekali-kali meremehkan olahraga, karena tanpa adanya persiapan khusus, bukan tidak mungkin olahraga yang kita jalani bisa berakibat fatal.

"Jadi kalau kita memandang remeh olahraga apapun itu, apalagi lari, ya akibatnya bisa fatal bisa menyebabkan kematian," pungkasnya.

(wdw/up)
News Feed