Jumat, 23 Nov 2018 13:55 WIB

Sering Minta Anak Cium dan Peluk Teman Sebayanya? Perhatikan Dulu Aturannya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Perhatikan aturan ketika meminta anak cium atau peluk teman sepantarannya. Foto: thinkstock
Jakarta - "Cium dulu dong adeknya," kata si Melissa kepada anaknya yang masih berusia 3 tahun. Si kecil yang polos itu pun dengan enggan mencium anak kecil yang merupakan anak dari sahabat sang mama.

Sering menemukan adegan tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Apa yang terjadi di atas terkait dengan nilai-nilai yang dianut dari orang tua masing-masing sehingga batasan mengenai kedekatan dan pergaulan juga harus ditanamkan oleh orang tua. Demikian dijelaskan oleh psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani M.Psi, dalam pesan singkat bersama detikHealth.

"Contohnya, kalau ortu (orang tua) sangat ketat dalam hal sentuhan, anak hanya boleh bersentuhan dengan sesama jenis, atau hanya dengan ortu/keluarga, maka ortu dapat mengarahkan anak seperti itu," jelasnya.


Namun kalau orang tua merasa mencium atau memeluk teman sebaya adalah hal yang baik-baik saja, maka ortu perlu memikirkan ulang batasan-batasan apa yang perlu diterapkan. Misalnya, bagian apa aja yang boleh disentuh orang lain, siapa aja yang disebut orang lain yang boleh menyentuh, atau bagian tubuh apa aja yang boleh disentuh.

"Satu pertanyaan penting yang perlu dipikirkan ortu 'apa yang mungkin dirasakan anak jika dirinya dipeluk atau cium orang lain?'. Ortu perlu berempati dengan anak lho. Dengan ortu memikirkan batasan-batasan ini, maka cenderung terhindarkan dari membiarkan bahkan memaksa anak boleh dipeluk atau cium orang lain," tandasnya.

(ask/up)