Jumat, 23 Nov 2018 19:34 WIB

Rangkul PSK dan LGBT, Dinkes Ponorogo Ajak Masyarakat Deteksi Dini HIV

Charolin Pebrianti - detikHealth
Pemeriksaan HIV dan AIDS bersama Dinas Kesehatan Ponorogo. Foto: Charolin Pebrianti Pemeriksaan HIV dan AIDS bersama Dinas Kesehatan Ponorogo. Foto: Charolin Pebrianti
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
Ponorogo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi dini Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Lapangan Kodim, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Ponorogo.

Acara yang dikemas dengan senam bersama, cek kesehatan serta test HIV secara gratis ini diikuti oleh 350 orang. Terdiri dari TNI, Polri, PNS, Lapas, kelompok populasi kunci (waria, PSK, LGBT) serta masyarakat umum.

"Ini menjelang peringatan HIV AIDS sedunia, kami melakukan pengecekan kesehatan. Terutama deteksi dini HIV secara sukarela," tutur Kadinkes Rahayu Kusdarini, atau disapa Irin, kepada wartawan di lokasi, Jumat (23/11/2018).

Data dari Dinkes Ponorogo jumlah pengidap HIV AIDS tahun 2016 ada 100 orang, tahun 2017 ada 134 orang dan tahun 2018 hingga bulan Oktober ada 78 orang.

Tidak hanya fokus pada pemeriksaan, lanjut Irin, pihaknya juga fokus menangani pengobatan Orang dengan HIV AIDS (ODHA), seperti di Puskesmas Kauman, Jetis dan Ngrayun.

"Dalam acara seperti ini ada juga beberapa penderita, tapi masyarakat jangan khawatir. Sebab penyebarannya ada 3 yakni darah, air mani dan air susu ibu. Selama kita tidak melakukan ketiga hal itu, kita aman kok sama mereka," terang Irin.

Irin pun mengaku bangga dengan menurunnya angka penderita HIV AIDS di Ponorogo. Usaha mulai sosialisasi dan pemeriksaan terus dilakukan terutama 3 tahun terakhir. Kerjasama yang bagus dengan masyarakat terutama populasi kunci pun jadi prioritas.

"Pendekatan dengan populasi kunci seperti waria, LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, Transgender) dan PSK (Pekerja Seks Komersial) pun kami lakukan terbukti tiap kali kami menggelar kegiatan mereka mau kok datang dan periksa kesehatan," tukasnya.


Irin mengingatkan masyarakat agar terus menjaga kesehatan diri supaya bisa memutus rantai penularan HIV AIDS di bumi reog.

"Sempat kami temukan ada pengidap HIV tapi masih tahap awal jadi masih bisa sembuh, kami obati. Dan yang bersangkutan bisa hidup normal," katanya.

Irin berharap warga Ponorogo tidak takut lagi memeriksakan diri.

"Kita lakukan sosialisasi pendekatan, supaya masyarakat mau dan berani periksa dini, itu yang penting," tukasnya.

Salah satu anggota TNI, Yuli Eko mengaku senang dengan kegiatan dari Dinkes. Apalagi ada pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek asam urat, gula darah, kolesterol dan HIV AIDS secara gratis.

"Kalau periksa disini kan langsung tahu hasilnya, gratis juga. Awalnya kan kami disosialisasikan terus diajak seperti ini kami ya senang," jelasnya.

Sementara itu, ketua waria Eka Sanjaya (40) mengatakan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak Dinkes selama 5 tahun terakhir dalam hal pemeriksaan kesehatan terutama bagian reproduksi.

"Dalam setahun ada 4 kali pemeriksaan, mulai dari test darah, test HIV AIDS kami senang bisa ikut berpartisipasi," papar dia.

Beruntung dari 50 orang anggotanya, tidak ada yang terjangkit HIV. Semua sehat dan bersih. "Awalnya saya yang ikut, terus saya kasih pengertian lama kelamaan banyak yang ikut. Tinggal 5 orang saja yang belum mau ikutan mungkin karena takut kenapa-kenapa," imbuh dia.

(Charolin Pebrianti/up)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
News Feed