Rabu, 26 Des 2018 11:00 WIB

Perjuangan Suami Istri Melawan Stigma Negatif Pengidap HIV

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Peringatan Hari AIDS Sedunia di Jakarta (Foto: Grandyos Zafna) Peringatan Hari AIDS Sedunia di Jakarta (Foto: Grandyos Zafna)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
Jakarta - Diskriminasi dan labeling kepada pengidap HIV-AIDS (Human Imunodeficency Virus-Acquired Imuno Deficiency Syndrome) masih sangat kuat di masyarakat. Banyak yang enggan untuk berdekatan, karena takut tertular.

Hal itu sempat dialami oleh salah satu pejuang HIV-AIDS, Erdyansyah. Pria yang akrab disapa Dyan ini didiagnosis positif HIV sejak 2004 lalu. Namun semangatnya untuk melawan penyakitnya masih sangat membara hingga saat ini.

Dyan mematahkan segala stigma masyarakat bahwa Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) tidak akan hidup lama. Ia membuktikan hingga saat ini masih hidup dengan normal, bahkan telah menikah dan memiliki anak-anak.

Saat memutuskan untuk menikah, Dyan masih khawatir bila kelak ia akan menularkan penyakitnya ini kepada anak-anaknya. Dyan dan istri yang sama-sama berjuang melawan HIV-AIDS ini tentu saja melakukan segala upaya agar penyakit ini tidak tertular kepada anak mereka.



Lagi-lagi pasangan yang berjuang melawan HIV-AIDS ini mematahkan anggapan kebanyakan masyarakat saat mereka dikaruniai keturunan yang sehat dan 100 persen negatif HIV.

Dyan menegaskan bahwa buah hati mereka itu tidak mengidap HIV. Namun di lingkungan masyarakat tentu saja masalah tidak hanya ada pada saat itu. Masih ada saja orang-orang yang enggan berbicara ataupun bertegur sapa dengan keluarga Dyan dan anak-anaknya ini.

"Saya tidak terlalu memusingkan orang-orang yang 'nggak mau sosialisasi sama kita. Dia bilang takut tertular, ya seharusnya dia juga melihat anak-anak saya saja yang tinggal sama saya mereka tetap baik-baik saja," ujar Dyan saat diwawancarai detikHealth dalam acara memperingati Hari AIDS Se-dunia, di kawasan Rutan Kelas IIB Cilodong, Depok, baru-baru ini.


Dyan memberikan kesaksian di Rutan Depok baru-baru ini.Dyan membagikan pengalamannya hidup dengan HIV di Rutan Depok baru-baru ini. Foto: Kireina/detikHealth


Untuk mengenalkan HIV-AIDS dan menguatkan anak-anaknya mengenai stigma negatif masyarakat, Dyan selalu memberi pemahaman yang baik dan benar kepada anak-anak.

"Seperti menaruh leaflet tentang info HIV-AIDS di meja ruang tamu juga di kamar anak-anak, supaya mereka bisa baca kapanpun, lalu saya sebagai orang tua menjawab pertanyaan mereka seputar HIV seperti ngobrolin hal-hal biasa tentang kesehatan. Sehingga mereka tahu betul penularan HIV-AIDS ini tidak mudah," tutur Dyan.

Menurut Dyan anak-anaknya saat ini mungkin sudah bisa menjawab dan tidak terlalu memperdulikan cibiran tentang status HIV orang tuanya.

"Bahkan saat ini, anak-anaknya sering bermain dan memakai baju yang ada pesan moral tentang HIV. Supaya teman-temannya juga paham betul mengenai penyakit ini," pungkas Dyan.

(up/up)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018