Senin, 26 Nov 2018 12:47 WIB

Dampak Kesehatan dari Minta Maaf, Seperti Dilakukan Fahri Hamzah ke Tompi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Meminta maaf bisa memberikan dampak bagi kesehatan seseorang, bisa positif namun bisa negatif juga, lho. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT Meminta maaf bisa memberikan dampak bagi kesehatan seseorang, bisa positif namun bisa negatif juga, lho. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Penyanyi Tompi dan Fahri Hamzah sempat 'tweet war' karena masalah Ratna Sarumpaet. Namun kini, keduanya telah berbaikan setelah Fahri meminta maaf saat satu panggung di PLAYFEST "NARASI TV".

"Coba minta maaf ke saya," kata Tompi dalam video, seperti dikutip dari detikHOT.

"Saya minta maaf," ucap Fahri yang disambut tepuk tangan meriah.


Mengucap kata maaf bisa berdampak baik atau bahkan buruk bagi kesehatanmu, tergantung dari niat. Minta maaf yang tulus tentunya akan berdampak baik, sementara yang tidak akan berefek sebaliknya. Demikian dijelaskan oleh Daniel Watter, PhD, psikolog klinis di Morris Psychological Group.

Kalau kamu minta maaf tapi tidak bersungguh-sungguh, kamu akan terjerat dalam emosi negatif. Watter menambahkan, emosi ini tidak akan menghilang dan keluar dalam bentuk depresi atau kecemasan. Bisa juga stres yang berkaitan dengan kondisi penyakit jantung atau nyeri otot.

Kemarahan yang tidak terselesaikan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kecelakaan mobil atau mengembangkan kondisi psikologis, seperti gangguan makan bulimia nervosa. Ini juga dapat menghalangi pemikiran yang jernih.

Nah, ketika kamu meminta maaf dan benar-benar menyesal, kamu membebaskan diri dari manifestasi-manifestasi hasil menahan emosi negatif di dalam diri. Sebuah studi pada Juli 2014 menemukan bahwa usaha untuk melakukan perdamaian seperti mengatakan kamu menyesal dapat mengurangi kemarahan.

Saat permintaan maaf yang tulus menyembuhkan masalah dalam hubungan yang signifikan, stres berkurang, kadar hormon kembali seimbang dan tingkat energi kembali normal, kata Jeanette Raymond, PhD, psikolog klinis dan ahli hubungan di Los Angeles. Namun Watter menambahkan sejumlah catatan. Dalam situasi tertentu, permintaan maaf dapat menimbulkan efek negatif.


"Memaafkan memang dapat membantumu melepaskan amarah, tetapi untuk memaafkan seseorang yang telah secara serius menyakitimu dan menunjukkan tidak ada penyesalan dapat lebih berbahaya daripada berbaikan," ujarnya.

"Dalam kasus seperti ini, pendekatan terbaik mungkin untuk membicarakannya, yang mana menunjukkan keberanian, dibanding meminta maaf."

Sama halnya saat kamu takut orang lain marah sehingga kamu terpaksa minta maaf dan tidak benar-benar menyesal, ini dapat mengakibatkan kepercayaan diri dan harga diri yang rendah. Terlalu banyak meminta maaf juga dapat membuat kamu tampak lemah, serta dapat menyebabkan orang lain kehilangan rasa hormat terhadapmu.

"Saya tidak berpikir kamu harus meminta maaf ketika kamu merasa tidak melakukan kesalahan," tutur Watter.

"Jika kamu benar-benar merasa menyesal dan ingin mengungkapkan bentuk permintaan maaf, mengatakan bahwa kamu menyesal bisa sangat bermanfaat," kata Watter, dilansir Everyday Health.

(ask/fds)
News Feed