Selasa, 27 Nov 2018 20:01 WIB

Hindari Jalan Pintas, Ini Saran Dokter untuk 'Meremajakan' Selaput Dara

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Jangan pilih jalan pintas soal peremajaan vagina! Foto: Thinkstock Jangan pilih 'jalan pintas' soal peremajaan vagina! Foto: Thinkstock
Jakarta - Mengembalikan keremajaan organ intim wanita tidak bisa dilakukan sembarangan. Salah-salah, efek sampingnya malah bisa membahayakan sistem reproduksi.

Dalam keseharian, ada banyak sekali 'jalan pintas' yang ditawarkan. Mulai dari minum obat perekat hingga dibawa ke 'orang pintar', yang seringkali memicu infeksi dan perdarahan.

Dokter kandungan dari Bamed Women's Clinic, dr Ni Komang Yenoi Dhanasari, SpOG menyebut pemulihan selaput dara bisa-bisa saja dilakukan dengan aman. Ada prosedur medis yang bisa dijalani dengan lebih aman.

"Sebelum melakukan operasi, dokter akan memberikan anestesi lokal kepada pasiennya. Biasanya, dokter akan menjahit lapisan dalam dan lapisan luar dari selaput dara sedemikian rupa sehingga dibuat mirip seperti selaput dara semula," katanya, ditemui di sela diskusi di Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).


Dokter yang akrab disapa dr Yeni ini menjelaskan, selaput dara yang sudah dioperasi akan dibersihkan dan diberi antibiotik. Biasanya, antibiotik oral seperti metronidazole dan ofloxacin diberikan selama lima hari setelah operasi.

"Umumnya, operasi selaput dara tidak banyak menimbulkan rasa sakit. Namun jika pasien merasa sakit, maka akan diberikan obat penghilang rasa sakit," jelas dr Yeni.

Namun dr Yeni mengingatkan, operasi selaput dara juga tetap memiliki risiko. Mulai dari perdarahan, infeksi, nyeri kronik, hingga gangguan persarafan.

"Baiknya diskusikan risiko jangka pendek maupun jangka panjang ini (operasi selaput dara) dengan dokter Anda sebelum memutuskan melakukan operasi. Jika masih belum yakin dan tidak urgent, sebaiknya jangan dilakukan," tuturnya.

(up/up)
News Feed