Kamis, 29 Nov 2018 11:05 WIB

Promosi Kesehatan Unik di RS Sardjito, Minum Jamu Bareng sampai Car Free Day

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Jamu bisa jadi pendekatan untuk promosi hidup sehat (Foto: Thinkstock) Jamu bisa jadi pendekatan untuk promosi hidup sehat (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kementerian Kesehatan RI tengah menggalakkan implementasi promosi kesehatan di rumah sakit seluruh Indonesia. Promosi beserta edukasi kesehatan telah diatur dalam Permenkes no. 44 Tahun 2018, dan disebut akan dimasukkan dalam akreditasi bagi tiap rumah sakit.

Berbagai rumah sakit di seluruh penjuru nusantara kini getol menyusun strategi-strategi guna memenuhi promosi kesehatan tersebut. Salah satunya dilakukan oleh RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Dipaparkan oleh Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Dr dr Darwinto, SH, SpB(K)Onk, salah satu rumah sakit ternama di Yogyakarta ini melakukan promosi kesehatan baik dari luar maupun dadi dalam gedung rumah sakit. Dari luar gedung misalnya lewat media-media yang ada, seperti koran, televisi, media digital, radio bahkan kesenian seperti ketoprak ataupun wayang wong (wayang orang).

"Kita minimal ada tari-tari. Lalu ada Car Free Day, kita blok dari jalan Mangkubumi sampai Malioboro. Biasanya pas ada momen-momen tertentun kayak Hari Lupus, Hari Diabetes, Hari Kanker Sedunia," ujar dr Darwinto kepada detikHealth di kawasan Ancol, Rabu (28/11/2018).

Sementara promosi yang dilakukan di dalam gedung mencakup semua pihak yang berada di poliklinik dan bangsal. RS Sardjito juga memfasilitasi bagi acara-acara tertentu, misalnya hari ulang tahun pasien, atau bahkan pengadaan kompetisi olahraga Fun Run atau Fun Bike.

Kompetisi tersebut dibuka untuk umum, dr Darwinto menyebut pernah mengadakan Fun Run sejauh 5K dengan peserta hampir 2.500 orang. Selain itu juga bisa bekerjasama dengan beberapa yayasan atau LSM yang bergerak di bidang kesehatan.

"Terus tiap jumat sehabis senam, sekitar jam 8 itu ada musik jawa, pakai siter, sinden dengan suasana jawa. Pakai gamelan dan ada minum jamu gratis, kayak beras kencur. Siapa pun yang mau silakan," katanya.



Satu hal lagi yang tak kalah menarik adalah program health tourism. Health atau medical tourism sedang banyak diminati terutama warga Indonesia yang berobat ke luar negeri sekaligus bisa berwisata ke tempat-tempat sekitar dengan tujuan membantu meningkatkan kesehatan mental pasien dan keluarganya.

Di RS Sardjito, alih-alih menerima pasien mancanegara, health tourism lebih disasarkan pada pasien dalam negeri. Yang berbeda hanyalah warga Indonesia justru diberikan treatment layaknya turis. dr Darwinto menyebut tak perlu muluk-muluk mencari pasien luar negeri, justru lebih baik meningkatkan kualitas pelayanan pada warga kita sendiri yang lebih penting.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek sempat menyeletuk soal menambah 'wisata kuliner' di RS Sardjito dengan kuliner khas Yogya, misalnya gudeg. dr Darwinto menanggapi ke depannya akan mengabulkan hal tersebut supaya membuat health tourism ini semakin lengkap dan menarik.

Kiat-kiat promosi yang dilakukan rumah sakit yang unggul akan penanganan jantung dan kanker ini terbukti membuahkan hasil. Setidaknya ada kenaikan signifikan dari jumlah pengunjung sebanyak 1 persen, jika dihitung dengan perkiraan 2000-3000 pasien datang tiap harinya maka ada tambahan sekitar 20-30 pasien.

dr Darwinto menyebut kenaikan pengunjung merupakan hasil dan bukti nyata kepuasan mereka akan pelayanan di RS Sardjito. Ia optimis dengan terus melakukan dan menggali strategi untuk promosi dan edukasi dapat membuat warga Indonesia tidak perlu jauh-jauh untuk berobat ke liar negeri.

"(Promosi) tetap kita lakukan terus. Kegiatan-kegiatan banyak. Pasti (warga Indonesia)bakal kembali ke rumah sakit kita sendiri, nggak akan kalah," tutup dr Darwinto.


Promosi Kesehatan Unik di RS Sardjito, Minum Jamu Bareng sampai Car Free Day
(frp/up)
News Feed