Senin, 03 Des 2018 17:58 WIB

Tes HIV-AIDS dan Obatnya Tersedia Gratis!

Rosmha Widiyani - detikHealth
Momen peringatan hari AIDS 2018 di CFD Jakarta. (Foto: Grandyos Zafna) Momen peringatan hari AIDS 2018 di CFD Jakarta. (Foto: Grandyos Zafna)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan tes dan obat Human Immunodeficieny Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) tersedia gratis. Anggota populasi kunci dan terdampak tak perlu merogoh kocek sendiri untuk mengetahui statusnya, serta untuk mendapat penanganan.

"Tes HIV AIDS bisa diperoleh gratis di 5.000 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Sekitar 3.000 adalah puskesmas yang aksesnya lebih dekat dengan masyarakat," kata Kepala Sub Direktorat HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Kemenkes Endang Budi Hastuti pada Senin (3/12/2018).



Terapi HIV dan AIDS terdiri atas tes CD 4 dan viral load (VL) untuk penegakan diagnosis, serta obat antiretroviral (ARV). Menurut Endang, tidak banyak negara yang menyediakan terapi HIV AIDS gratis sepenuhnya untuk warga. Sebagian negara, misal Thailand, menyaratkan warga menanggung sebagian biaya terapi untuk terapi ini.

Endang berharap komunitas kunci dan terdampak bisa memanfaatkan layanan ini dengan baik. Warga tak perlu khawatir pada stigma atau kabar buruk terkait efek samping terapi HIV AIDS. Obat ARV terbukti efektif menekan peluang HIV untuk memperbanyak diri di dalam tubuh.

Kemenkes memperkirakan ada 630 ribu orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di 2018. Dari jumlah tersebut, hanya 48 persen yang mengetahui statusnya. Jumlah yang masih menjalani terapi ARV hanya 30 persen, sedangkan kuranh dari 10 persen memilih dites viral load.

Akibatnya hanya 0,64 persen orang yang berhasil menekan jumlah HIV di dalam tubuhnya. Capaian ini masih jauh dari target global yang mensyaratkan 90 persen ODHA tahu statusnya, 90 persen menjalani pengobatan, dan 90 persen berhasil menekan jumlah HIV.

(wdw/wdw)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
News Feed