Selasa, 04 Des 2018 09:25 WIB

Terapi Berselancar, Cara Baru Mengobati Trauma Psikologis

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Menteri KKP, Susi Pudjiastuti saat berselancar di laut. (Foto: Hendra Kusuma) Menteri KKP, Susi Pudjiastuti saat berselancar di laut. (Foto: Hendra Kusuma)
Jakarta - Tak salah jika banyak yang menyebut bahwa pergi ke laut bisa membantu menenangkan jiwa dan mental. Seorang peselancar asal Australia, Layne Beachley, merasa tiap kali menyelam di laut berasa seperti 'dibasuh dari puncak kepala hingga ujung jari kaki, bagaikan mencuci bersih pikirannya, tubuhnya dan jiwanya.

"(Laut) merupakan tempat di mana aku merasa menyatu, merasakan kebabasan. Dan sebagai seseorang yang gila kendali, laut merupakan tempat terbaik untuk menyerahkan diri, hanya karena laut lebih kuat dariku," ungkap wanita yang menjuarai tujuh gelar selancar dunia sejak 2008 ini, dikutip dari ABC News.

Berselancar baginya merupakan proses yang 'menyelamatkan' dirinya, tak hanya persoalan profesional. Pada tahun 90-an, ia didiagnosis sindrom kelelahan kronis. Namun ia tak ingin mengaku bahwa dirinya sakit hingga jatuh depresi dan sering terpikir untuk bunuh diri.



Layne menyebut keinginan berselancar lagi lah yang membuatnya tetap hidup walau berada dalam masa kelam. Berselancar memberinya berdosis-dosis perspektif dan keseimbangan yang sehat dalam hidup. Jika ia merasa kewalahan, maka berarti ia terlalu lama jauh dari laut.

Senada dengan Layne, Kris Primacio dari International Surf Therapy Organisation (ISTO) di Australia setuju bahwa berselancar bisa menjadi terapi yang baik bagi kesehatan jiwa. Dalam organisasinya, ia memiliki layanan terapeutik menggunakan aktivitas berselancar.

"Tiap program terapi berselancar mengambil pendekatan terstruktur pada berselancar unruk mendapatkan manfaat terapeutik. Programnya dikembangkan untuk menyembuhkan penyakit mental dan fisik melalui berselancar dan dengan melakukannya kita meningkatkan efikasi diri para peserta dan memberikan mereka perasaan telah mencapai sesuatu," terang Kris.



Efikasi diri dijabarkan sebagai kepercayaan individu akan kemampuannya untuk sukses dalam melakukan sesuatu. Program terapi berselancar milik ISTO secara umum melibatkan terapi kelompok berbicara yang dipimpin oleh praktisi kesehatan jiwa yang diikuti dengan instruksi berselancar per individu.

Kesehatan fisik kita erat kaitannya dengan kesehatan mental kita. Aktivitas fisik seperti berselancar dapat membantu seseorang lebih fokus. Selain itu, dapat membantu seseorang untuk terdistraksi dari hal-hal yang mengganggu kita.

Terapi berselancar mengharuskanmu untuk fokus 100 persen dan saat itu, kamu tak bisa lagi memikirkan hal yang membuatmu cemas atau depresi. ISTO juga mengaplikasikan terapi ini pada orang-orang yang mengalami trauma, penyandang autisme, penyandang disabilitas dan pengidap gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

"Berselancar merupakan sebuah aktivitas fisik yang membangun kekuatan dan keseimbangan dan juga kepercayaan diri. Kami tahu bahwa aktivitas fisik mengurangi stres dan kecemasan kita. Kini riset telah dilakukan di seluruh dunia, untuk melihat apakah orang-orang menerima manfaat terapeutik dari laut dan lebih spesifik lagi, dari berselancar," tandas Kris.

(frp/up)
News Feed