Selasa, 04 Des 2018 11:02 WIB

Berhasil Finis Marathon 42 Km, Tesa Patahkan Stigma HIV-AIDS

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi peringatan Hari AIDS Sedunia 2018. Foto: Reuters Ilustrasi peringatan Hari AIDS Sedunia 2018. Foto: Reuters
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
Jakarta - Berlari sepanjang 42 kilometer di Jakarta Marathon 2018 menjadi pilihan Tri Eklas Tesa Sampurno atau yang biasa disapa Tesa untuk mematahkan stigma HIV-AIDS. Ia berharap keberhasilannya di ajang yang cukup bergengsi itu dapat menghapus stigma pada kehidupan orang dengan HIV-AIDS (ODHA).

Bukan hanya mengikuti ajang marathon, Tesa juga berprestasi mewakili timnas street soccer membawa nama baik bangsa Indonesia di ajang Homeless World Cup 2011, Paris, Prancis.

Tesa divonis mengidap HIV-AIDS sejak tahun 2007 dan mengingat betul anggapan masyarakat yang menyatakan dirinya sudah hampir mati. Tesa yang sebelumnya pengguna aktif narkoba suntik sejak SMP kelas 9 ini pun berusaha mencoba bangkit di tengah stigma yang melekat pada dirinya.


Tesa pun harus menjalani terapi antiretroviral (ARV) dan perlahan merasakan perbaikan stamina tubuhnya, dari yang semula tidak mampu berjalan 10 langkah tanpa istirahat, hingga mampu melakukannya.

"Kalau ingat pengalaman dulu, sebetulnya kondisi sekarang lebih baik. Stigma ini selalu ada selama masyarakat masih memandang HIV-AIDS dengan kacamata benar atau salah. Namun stigma bisa dihapus dengan kemudahan informasi dan layanan saat ini," kata Tesa yang sehari-hari berprofesi sebagai tenaga IT ini.

Berkaca dari pengalamannya, Tesa mengajak ODHA dan masyarakat umum untuk tak percaya stigma. ODHA masih bisa hidup dengan baik bila segera mengetahui statusnya dan mendapat pengobatan. Selanjutnya ARV harus dikonsumsi setiap hari sesuai resep dokter, seperti yang terus dilakukan Tesa hingga sekarang. Kemauan kuat dan komitmen hidup sehat pada akhirnya akan berefek baik bagi kehidupan ODHA.

Sementara untuk masyarakat umum, Tesa berharap jangan memberi stigma buruk pada ODHA. Tesa sejak awal tak pernah menutupi statusnya sebagai ODHA dan mantan pengguna narkoba. Hal ini dilakukannya supaya masyarakat bisa melihat sendiri kemampuan ODHA untuk hidup lebih baik dan mandiri. Terlepas dari penyebab seseorang mengidap HIV-AIDS, Tesa yakin tiap ODHA sebetulnya ingin hidup lebih baik.

Banyak cara untuk menghilangkan stigma pada ODHA, salah satunya dengan cara berolahraga dan berprestasi seperti Tesa. Yuk, hapus stigma pada ODHA.

(Rosmha Widiyani/wdw)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
News Feed