Sabtu, 08 Des 2018 10:00 WIB

Disangka Tumor, Ternyata Infeksi Amuba Langka Pemakan Otak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Seorang wanita terkena infeksi amuba yang memakan jaringan otaknya. (Foto: shutterstock) Seorang wanita terkena infeksi amuba yang memakan jaringan otaknya. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Seorang wanita 69 tahun di Seattle mengalami infeksi sinus yang tidak sembuh-sembuh. Saran dokter untuk menggunakan neti pot berujung pada infeksi amuba langka yang memakan jaringan otak.

Saran itu didapat pasien saat pertama kali memeriksakan infeksi sinus yang diidapnya. Dokter menyarankan untuk pakai neti pot atau biasa disebut nasal douche. Diyakini, pasien tidak menggunakan cairan steril.

Tanda awal yang dialaminya adalah ruam di sisi kanan hidungnya, seperti dilaporkan di International Journal of Infesctious Diseases. Ruam tersebut tidak hilang meski sudah berulang kali diperiksakan ke ahli dermatologi.

Hingga setahun kemudian, pasien datang ke dokter untuk memeriksakan diri dengan CT Scan. Terungkap, ada luka selebar 1,5 cm di otaknya.

"Kelihatan seperti tumor," sebut Dr Charles Cobbs dari Swedish Medical Center di Seattle yang melaporkan kasus tersebut, dikutip dari Livescience.

Kecurigaan bahwa temuan itu adalah tumor diperkuat dengan riwayat pasien yang pernah mengidap kanker payudara. Namun ketika dokter melakukan operasi untuk mengangkatnya, ternyata yang ditemukan sungguh tidak terduga.

"Itu cuma jaringan otak yang mati," kata Dr Cobbs.



Penyebab di balik keluhan yang dialami pasien semakin misterius. Sampel jaringan diambil untuk diperiksa oleh ahli neuropatologi di John Hopkins University.

Kondisi pasien memburuk hingga akhirnya meninggal. Namun pemeriksaan sampel tetap dilakukan, dan terungkap bahwa yang terjadi adalah infeksi amuba Balamuthia mandrillaris yang langka dan memakan jaringan otak.

Infeksi B. mandrillaris disebut sangat langka dan hampir selalu berakibat fatal. Ditemukan oleh ilmuwan CDC (Center for Disease Control and Prevention) pada 1986 pada baboon yang mati dan ditetapkan sebagai spesies amuba baru pada 1993. Sejak saat itu, dilaporkan ada lebih dari 200 kasus di seluruh dunia.

"Ini sangat langka sampai-sampai saya sendiri belum pernah mendengarnya," kata Dr Cobbs.



Tonton juga ' Kena Tumor Otak, Begini Kondisi Terkini Anak Marcella Zalianty ':

[Gambas:Video 20detik]

Disangka Tumor, Ternyata Infeksi Amuba Langka Pemakan Otak
(up/kna)