Senin, 10 Des 2018 10:12 WIB

Nggak Nyangka, Bintang K-Pop Kang Daniel Ternyata Idap Narkolepsi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Boyband K-Pop Wanna One saat dan meeting di Jakarta (Kang Daniel tengah). Foto: Lintang Jati Rahina Boyband K-Pop Wanna One saat dan meeting di Jakarta (Kang Daniel tengah). Foto: Lintang Jati Rahina
Jakarta - Salah satu member boyband K-Pop Wanna One, Kang Daniel, berulang tahun yang ke-22 hari ini Senin (10/12/2018). Wannable, sebutan untuk penggemar Wanna One, ramai mengucapkan selamat untuk idol yang menempati posisi sebagai main dancer ini.

Sebagai idol, aktivitas padat dengan waktu istirahat yang minim telah menjadi bagian dari keseharian. Hal serupa dialami Kang Daniel yang mengaku mengalami narkolepsi dalam suatu tayangan reality show.

Dikutip dari allkpop, Daniel mengaku pernah tertidur saat sedang mandi. Dia juga pernah tertidur ketika mengunyah makanan. Menurut Daniel, jadwal yang sangat padat menyebabkan dia tak pernah punya cukup waktu untuk istirahat. Dalam sehari kadang dia hanya punya waktu satu jam untuk tidur.

Kurang tidur makin menjadi hingga menyebabkan Daniel seperti tidak punya energi untuk beraktivitas setiap hari. Dikutip dari Web MD, narkolepsi menyebabkan pengidapnya mengalami kantuk berlebihan di pagi dan siang hari. Serangan tidur mendadak ini menyerang kapan saja saat pengidapnya tengah beraktivitas.


Pengidap narkolepsi mengalami episode tidur yang terlalu cepat dari orang kebanyakan. Mereka langsung masuk Rapid Eye Movement (REM) tanpa melalui tidur yang lebih dalam terlebih dulu (deeper sleep). REM adalah episode saat tidur mulai menghadirkan mimpi.

Sejumlah studi menyatakan, narkolepsi disebabkan beberapa faktor hingga akhirnya mengubah episode tidur dan kerja sistem saraf. Hingga kini belum ada terapi khusus untuk pengidap narkolepsi. Dokter biasanya meresepkan stimulan untuk mengatasi rasa kantuk di siang hari, serta antidepresan untuk mengatasi gangguan REM. Pengidap biasanya juga disarankan menjalankan pola hidup sehat dan mengatur jadwal tidur.

(Rosmha Widiyani/up)