Aah... siapa yang sering merasakan hal serupa? Sekelompok psikolog menemukan alasannya. Menurut mereka, menangis dilakukan untuk mengembalikan 'keseimbangan emosional' seseorang setelah mengalami emosi yang kuat, baik itu emosi negatif maupun positif.
"Hal ini tampaknya terjadi ketika orang-orang diliputi dengan emosi positif yang kuat, dan orang-orang yang melakukan ini tampaknya pulih lebih baik dari emosi yang kuat tersebut," kata Oriana Aragon, ketua penelitian yang akan diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enggak perlu jauh-jauh deh, itu tuh contohnya temanmu yang menangis karena habis menyaksikan konser artis idolanya. Atau mungkin kamu sendiri yang ikut menangis bahagia ketika melihat momen pernikahan Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi.
Namun yang sedikit unik, psikolog dari penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa hal yang sebaliknya bisa terjadi juga. Dengan kata lain, perasaan negatif yang kuat dapat memancing ekspresi positif.
Misalnya, orang sering tertawa ketika mereka gugup atau dihadapkan dengan situasi yang sulit dan menakutkan. Mereka mengutip penelitian sebelumnya di mana psikolog menemukan beberapa subjek tersenyum pada saat kesedihan yang ekstrim. Demikian dilansir Telegraph.











































