Namun memiliki harta yang berlimpah ternyata tidak membuat Elon Musk bahagia dalam menjalani hidupnya. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan dengan New York Times, terlihat bahwa Elon Musk menangis karena pekerjaan yang dia lakukan terlalu berat. Ia mengaku bekerja hingga 120 jam dalam seminggu dalam setahun belakangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bagian dari reaksi emosional saja. Orang-orang lebih sensitif secara emosional biasa menunjukan reaksi yang lebih intens juga, salah satunya dengan mengeluarkan air mata," ujar Karel kepada detikHealth beberapa waktu yang lalu.
Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa seseorang yang bisa menyalurkan emosinya adalah orang-orang yang sehat secara psikologis. Menangis adalah salah satu caranya.
Karena wawancara tersebut saham dari perusahaan Tesla turun hampir mencapai 9 persen.
"Rasanya kita sudah tidak lagi di zaman di mana paham 'lelaki tidak boleh menangis atau menangis berarti lemah' dianggap benar," jelas Karel.











































