Rabu, 12 Des 2018 10:06 WIB

Operasi Payudara Hybrid, Tren Operasi Plastik Baru di 2019

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi tindakan medis operasi payudara. Foto: Thinkstock Ilustrasi tindakan medis operasi payudara. Foto: Thinkstock
Jakarta - Silikon mungkin menjadi teknologi yang ketinggalan zaman di 2019. Tren operasi plastik untuk payudara diganti teknologi hibrid atau hybrid, yang diklaim bisa memberi hasil yang lebih alami dan bertahan lama.

"Operasi hibrid menggabungkan implan payudara dengan transfer lemak untuk memberi bentuk payudara yang pas. Teknik ini memungkinkan pembentukan kembali payudara tanpa perlu mengutak-atik implan yang telah terpasang," kata dokter ahli operasi plastik Profesor Marcos Sforza dari MyAesthetics dikutip dari Daily Mail.


Menurut Sforza, transfer lemak yang digabung implan memberi keuntungan lebih banyak pada pasien. Implan yang dipasang menjadi lebih kecil daripada teknik yang sebelumnya. Hal ini menekan risiko terjadinya capsular contracture, sebagai respon sistem imun atas pemasangan benda asing. Salah satu dampak capsular contracture adalah posisi payudara kiri dan kanan yang tidak sama, hingga sangat mudah terlihat.

Forza juga mengklaim waktu penyembuhan yang lebih pendek daripada sebelumnya. Dengan pemasangan implan yang lebih kecil, pasien mungkin hanya perlu waktu kurang dari seminggu untuk sembuh. Selanjutnya pasien bisa tampil lebih percaya diri dengan bentuk payudara yang lebih baik.

Dengan teknik yang lebih baik, bukan tidak mungkin peminat operasi plastik payudara makin bertambah. Namun Forza yakin, pasien mungkin tak mengubah total bentuk atau ukuran payudaranya. Sesuai tren di 2019, mereka ingin bentuk payudara yang lebih alami sesuai ukuran tubuhnya.




Simak juga video 'Tompi Jelaskan Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Bedah Plastik':

[Gambas:Video 20detik]

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed