Kamis, 13 Des 2018 15:27 WIB

Mengenal Helium, Gas Pengisi Balon yang Bisa Ganggu Pernapasan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Tabung gas bertulisan He diduga Helium ditemukan dikamar Eril Arioristanto. Foto: iStock Tabung gas bertulisan 'He' diduga Helium ditemukan dikamar Eril Arioristanto. Foto: iStock
Jakarta - Kabar terbaru dari kasus meninggalnya Eril Arioristanto (21), adik Bupati Emil Dardak, polisi menyebut ada selang yang menyambung dari tabung gas bertuliskan 'He' ke kantong plastik yang menutup wajah Eril.

He diketahui sebagai lambang dari unsur kimia Helium. Helium tak berwarna, tak berbau, dan tidak berasa. Dilansir Royal Society of Chemistry, helium sering digunakan untuk mengisi balon dekoratif karena kerapatan helium yang rendah.

Helium juga digunakan untuk mendeteksi kebocoran, seperti dalam sistem AC mobil, dan karena ia berdifusi cepat maka digunakan untuk mengembang airbag mobil setelah benturan.

Namun ternyata, untuk pernapasan, helium bisa menimbulkan adanya penyempitan saluran napas dan memungkinkan memicu terjadinya serangan asma berat. Demikian dijelaskan oleh dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospitals Pulomas.

"Helium bisa memprovokasi penyempitan saluran nafas, (terjadi karena) mekanisme iritasi dan karena penyandang asma hipersensitif bisa terjadi spasme (kejang)," jelas dr Frans.


Spekulasi berkembang soal temuan tabung gas bertulis 'He' di kamar kos Eril, meski belum dipastikan berisi gas helium. Dugaan adanya aktivitas eksperimental tengah diselidiki karena polisi juga menemukan gas freon dan video tentang regulator oksigen di komputer Eril.

"Sementara yang kita temukan ada tabung gas yang bertuliskan 'He', kemudian ada slang juga," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema, dikutip dari detikNews.

(ask/up)