Kamis, 13 Des 2018 18:05 WIB

Wajib Tahu! Cara Menyelamatkan Diri Saat Pesawat Jatuh ke Air

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Pasti tidak ada yang ingin merasakan insiden seperti jatuhnya pesawat terbang. Apalagi pesawat terbang yang jatuh di perairan, misal di laut. Jangankan merasakan, membayangkannya saja sudah sangat seram

Namun begitu, kita sebagai penumpang yang menggunakan moda transportasi pesawat, kita harus mengetahui cara-cara menyelamatkan diri saat pesawat terbang jatuh ke air.

Ditemui detikHealth di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) Saryanto, Agus Supriyadi dari Departemen Aero Fisiologi mengatakan bahwa menyelamatkan diri keluar dari dalam pesawat yang jatuh ke air tidaklah sembarangan.

"Apapun yang terjadi, jangan melakukan sesuatu di luar instruksi dari pilot," jelasnya, Kamis (13/12/2018).

Agus menjelaskan bahwa dalam menyelamatkan diri keluar dari pesawat harus dengan teknik-teknik khusus, terlebih jika jatuh ke air. Jatuh ke air secara teratur dan tegak lurus mungkin masih mudah untuk menyelamatkan diri, namun bagaimana jika air masuk ke dalam pesawat?



"Kalau tidak terkontrol, pesawat jatuh langsung terbalik. Satu, pasti kena disorientasi, kita tidak tahu posisi kita akan keluar. Yang kedua, kita pasti akan bingung, panik, dan lain-lain. Apa kita mampu menyelam dengan napas biasa selama 2 menit? Begitu pula ada tekniknya," tuturnya.

Semua penumpang diharuskan mengenakan life vest (jaket pelampung). Untuk orang yang duduk di dekat pintu emergency, yang pertama dilakukan adalah brace position. Jika pintu emergency ada di kanan, maka tangan kanan menyilang memegang bahu kiri dengan erat, dan tangan lainnya memegang kursi, lalu tundukkan kepala untuk melindungi muka dan jalan napas. Namun pandangan harus tetap terjaga ke arah pintu keluar.

Brace position.Brace position. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth


"Kalau panik biasanya kita langsung tarik napas. Jangan, air masuk sampai dada baru tarik napas. Jangan sampai di lutut sudah tarik napas. Silakan membuka jendela atau pintu. Kalau sudah terbuka, pegang referensi, nah ini baru buka sit belt-nya, jangan karena panik sit belt-nya duluan yang dibuka, setelah dibuka baru keluar dengan pegang referensi tadi," jelas Agus.

Ketika keluar dari pesawat, Agus menyarankan untuk aktif menggerakan tangan tetapi pasif dalam menggerakkan kaki. Hal ini untuk melindungi penumpang lain yang berada di belakang.



(wdw/up)