Jumat, 14 Des 2018 15:30 WIB

Bagaimana Membedakan Flu dan Masuk Angin?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang gadis sedang bersin yang merupakan gejala flu dan masuk angin. Foto: thinkstock Seorang gadis sedang bersin yang merupakan gejala flu dan masuk angin. Foto: thinkstock
Jakarta - Flu dan masuk angin (selesma) sebetulnya adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, flu dan masuk angin punya gejala yang sama yaitu pilek, bersin, dan sesak napas. Influenza juga punya penyebab spesifik yang juga memerlukan penanganan khusus.

Dikutip dari situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perbedaan flu dan masuk angin biasanya baru terlihat beberapa hari setelah infeksi. Perbedaan terlihat setelah pasien melangsungkan beberapa tes yang diwajibkan dokter.


Meski sulit dibedakan, ada beberapa gejala yang menjadi ciri khas flu dan masuk angin. Flu biasanya disertai demam, ngilu, lemah, pusing, batuk atau rasa sesak di dada. Dalam beberapa kasus, flu disertai kedinginan, bersin, pilek, dan sakit tenggorokan. Gejala flu bisa muncul setiap saat sekaligus.

Berbeda dengan flu, gejala masuk angin biasanya muncul bertahap. Kebanyakan kasus memiliki gejala rasa lemah, bersin, hidung mampet, dan sakit tenggorokan. Kondisi masuk angin jarang disertai demam, pusing, ngilu, kedinginan, dan rasa tidak nyaman di dada.

Dengan penjelasan tersebut, pilek dan hidung mampet lebih sering terjadi pada pasien masuk angin. Secara umum, gejala masuk angin terasa lebih ringan daripada flu. Masuk angin tidak berkembang menjadi situasi yang lebih serius misal pneumonia, infeksi bakteri, atau memerlukan rawat inap. Flu dan masuk angin sebetulnya bisa dicegah dengan memiliki sistem imun yang baik.

(Rosmha Widiyani/up)