Senin, 17 Des 2018 17:30 WIB

Teknologi Makin Mempermudah Pasien, Bagaimana Nasib Pekerja Kesehatan?

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Seorang tenaga kesehatan merapikan tempat tidur pasien (Foto: Grandyos Zafna) Seorang tenaga kesehatan merapikan tempat tidur pasien (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Era revolusi digital saat ini telah sampai pada dunia kesehatan. Perkembangan teknologi dan internet saat ini sangat mempengaruhi bagaimana dokter dengan pasien dapat berinteraksi. Namun perlu diketahui bahwa era ini memiliki banyak keuntungan dan juga memiliki tantangan yang harus dihadapi.

Menurut Kepala Badan Pengembangan & Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (BP2KB) PB Ikatan Ddokter Indonesia (PB IDI), dr Purnawan Junadi, MPH, PhD, saat memasuki era 4.0 kita akan mengalami disruptive technology. Hal ini akan menjadi tantangan yang sekaligus menjadikan peluang untuk menjadi lebih baik terutama dalam persoalan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Tenaga kesehatan saat ini semakin banyak yang terserap akibat era 4.0. Di balik itu manfaat sebenarnya dengan adanya health 4.0 ini kita bisa melayani masyarakat tanpa melakukan kegiatan. Karena kegiatan ini bisa sebagian ditransfer hanya melalui internet," tutur Purnawan, saat mengisi acara Seminar Nasional Peluang dan Tantangan SDM Kesehatan di Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu, (15/12/2018).



Menurut Purnawan, sebagai SDM kesehatan kita juga harus memiliki persiapan agar tidak tergerus oleh era teknologi ini. Sebagai tenaga kesehatan kita harus kompeten dan beretika. Kita pun harus memiliki kapasitas pengetahuan dan intelektual dalam kehidupan yang kompleks di abad ini.

Purnawan mengatakan bahwa prinsipnya yang ada di era 4.0 ini adalah menjadi semua hal menjadi interkonektivitas, yaitu semua saling berhubungan dan terjadi keterbukaan. Bahkan dari segi sistem kesehatan ini kita bisa memberikan pelayanan dan menjangkau seluruh masyarakat Indonesia hanya dengan melalui internet.

"Bahkan di industri ini fitur swafoto pun bisa menjadi alat diagnostik. Dengan hanya melihat wajah seseorang maka dapat langsung diketahui bahwa orang tersebut sedang sakit atau tidak. Menariknya fitur ini pun mampu mendiagnosis hingga 90 penyakit," pungkas Purnawan.



Simak juga video 'Di Jepang, Teknologi Virtual Dimanfaatkan untuk Kedokteran Gigi':

[Gambas:Video 20detik]

Teknologi Makin Mempermudah Pasien, Bagaimana Nasib Pekerja Kesehatan?
(up/up)
News Feed
Layar Pemilu Terperc
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya