Senin, 17 Des 2018 17:56 WIB

Menkes Ingatkan Pengidap HIV-AIDS Rentan Terkena TBC dan Hepatitis

Widiya Wiyanti - detikHealth
Menkes Nila F. Moeoloek saat peringatan Hari AIDS Sedunia. Foto: Agung Pambudhy Menkes Nila F. Moeoloek saat peringatan Hari AIDS Sedunia. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2018, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengingatkan betapa berbahayanya terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Semakin tidak terkendali, maka rentan untuk terinfeksi TBC dan hepatitis.

"Ini tidak hanya HIV. Orang dengan HIV sangat mudah kena TBC. TBC kita paling banyak kedua (terbanyak), sekarang turun jadi tiga. Tetap saja kan ketiga gitu... Hepatitis juga bisa terkena pada orang yang terkena HIV," ujarnya saat di Lapas Narkotika Kelas IIA, Cipinang, Jakarta Timur, Senin (17/12/2018).



Menurut Anung Sugihantono, MKes, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, secara teori, orang yang terkena HIV-AIDS sekitar 30-60 persen berisiko terinfeksi penyakit seperti TBC dan hepatitis.

"HIV-AIDS itu menurunkan daya tahan tubuh, sementara TBC atau penyakit yang lain yang ada di dalam tubuh itu bisa menginfeksi pada saat itu," jelasnya.

Namun Anung menegaskan bahwa HIV-AIDS bukan merupakan satu-satunya faktor yang dapat menyebabkan penyakit TBC dan hepatitis. Maka dari itu, orang dengan HIV-AIDS (ODHA) harus rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

"ARV itu gratis," tegasnya.



Tonton juga video 'Haru! Reaksi Masyarakat Terhadap Pejuang HIV':

[Gambas:Video 20detik]

Menkes Ingatkan Pengidap HIV-AIDS Rentan Terkena TBC dan Hepatitis
(wdw/up)