Rabu, 19 Des 2018 17:58 WIB

Bagaimana Penanganan pada Orang yang Tersedak Benda Asing?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Asep Yaya, bocah yang napasnya berbunyi seperti terompet karena telan peluit. Foto: Rachmadi Rasyad
Jakarta - Tak sengaja menelan peluit kecil, napas Asep Yaya (9) asal Bandung menjadi berbunyi seperti terompet dan kadang terasa sesak. Keluarganya masih terkendala biaya untuk menanganinya sekaligus jarak rumah sakit yang jauh.

Dr dr Fauziah Fardizza, SpTHT-KL (K), konsultan bedah kepala leher dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan bahwa kasus tersedak adalah kasus emergensi atau gawat darurat. Segala macam benda asing atau makanan yang menyumbat saluran napas harus segera dikeluarkan agar tidak berisiko membahayakan nyawa nantinya.

Ia menjelaskan bahwa proses mengeluarkan peluit ini tidak selalu perlu dioperasi atau dibedah, cukup dengan melakukan prosedur endoskopi yang bernama bronkoskopi. Prosedur ini memasukkan tabung seperti pipa berlubang untuk bronkoskopi kaku atau kamera berupa kabel yang fleksibel dan dapat dikendalikan oleh operatornya ke saluran napas tersebut melalui pita suara sampai ditemukan peluit tersebut.


"Namun bagaimana penanganannya perlu diketahui dulu di mana letaknya. Kalau peluit itu tergantung ukurannya, kan ada peluit kecil di sandal anak-anak itu yang bisa berbunyi kalau diinjak, maka peluit itu akan bisa jatuh ke saluran yg lebih dalam lagi sehingga terkadang diperlukan tindakan pembedahan. Oleh karena itu benda asing yg masuk ke saluran napas sangat tergantung ukurannya dan bentuknya. Kalau masih di atas bisa menyumbat total," katanya kepada detikHealth, Rabu (19/12/2018).

dr Ezzy menyebut kasus tersedak baik benda asing maupun makanan cukup sering terjadi di RSCM, terutama pada anak-anak. Tersedak benda asing seperti peniti atau jarum pentul juga kerap dilaporkan sering terjadi pada wanita yang mengenakan kerudung dan biasa menggigit benda-benda tersebut.

Jarum pentul jika masuk ke saluran napas bisa mencapai paru-paru bagian paling bawah dan untuk mengeluarkannya harus dibedah oleh dokter bedah thoraks. Selain benda asing, beberapa kasus tersedak pada anak juga bisa disebabkan oleh makanan seperti jeli atau bakso yang bisa langsung menyumbat jalan napas total.

Penanganan pertama pada orang tersedak bisa dengan segera mengirimkan ke IGD terdekat. Namun, dr Ezzy melanjutkan, seringkali kita refleks menepuk-nepuk punggung orang yang tersedak makanan ketika mereka batuk padahal sebenarnya seharusnya tidak boleh.

"Sebenarnya proses batuk itu bertujuan mengeluarkan cairan benda asing yang masuk atau menyenggol saluran pernapasan, jadi batuk itu proses proteksi jalan napas, tidak boleh dihentikan ketika orang tersedak. Teknik Heimlich Maneuver (dengan cara menekan perut orang tersedak kuat-kuat, biasanya dilakukan dengan memeluk orang tersebut dari belakang) juga bisa digunakan sebagai teknik jika tersedak dengan kondisi sumbatan total pada saluran napas," tandasnya.

(frp/up)