Minggu, 23 Des 2018 10:35 WIB

Prosedur Penanganan Korban Tewas Tsunami Anyer di Puskesmas

Rosmha Widiyani - detikHealth
Dampak tsunami Anyer pada akses transportasi. Foto: Jalan Serang-Pandeglang terputus (Bahtiar-detikcom) Dampak tsunami Anyer pada akses transportasi. Foto: Jalan Serang-Pandeglang terputus (Bahtiar-detikcom)
Jakarta - Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) memegang posisi sentral penanganan korban gelombang tsunami Anyer di Banten. Puskesmas ikut melakukan proses identifikasi pada korban tewas.

"Prosedur yang dilakukan di puskesmas adalah melakukan identifikasi luar pada korban tewas. Jika identitasnya sudah jelas bisa kita serahkan langsung pada keluarga. Namun jika tidak ada identitas, kita serahkan pada kepolisian untuk proses selanjutnya," kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Achmad Yurianto pada detikHealth, Minggu (23/12/2018).


Saat berita ini diturunkan, dr Ahmad mengatakan ada satu jenazah anak kecil yang belum teridentifikasi puskesmas. Jenazah tidak punya identitas sehingga perlu proses pengenalan lebih lanjut.

Meski ikut dalam identifikasi, puskesmas tetap menjalankan tugas dalam penanganan korban luka tsunami sesuai kapasitasnya. Korban yang terluka berat akan langsung dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana lebih baik.

dr Achmad mengatakan, tambahan tugas ini bisa dilakukan karena puskesmas telah mengikuti pelatihan dari Kemenkes. Identifikasi juga merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan korban tsunami. Menurut Achmad pelatihan diberikan pada puskesmas di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lampung Selatan serta daerah lain yang rawan tsunami.




Saksikan juga video '22 Korban Korban Tsunami Lampung, 17 Teridentifikasi':

[Gambas:Video 20detik]


Prosedur Penanganan Korban Tewas Tsunami Anyer di Puskesmas
(up/up)