Senin, 31 Des 2018 15:00 WIB

Saran Dokter Paru Soal Pilih-Pilih Terompet Tahun Baru

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Seorang pedagang terompet tahun baru (Foto: Kireina/detikHealth) Seorang pedagang terompet tahun baru (Foto: Kireina/detikHealth)
Jakarta - Meniup terompet menjadi momen wajib saat merayakan pergantian tahun. Namun perlu diwaspadai terompet juga dinilai sebagai media yang berisiko menularkan penyakit lho. Eits, tenang. Jangan khawatir simak penjelasan dokter dulu ya.

Menurut dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, dr RR Diah Handayani, SpP(K), prinsipnya semua bakteri, mikrobakterium, dapat menular melalui udara, hal ini memungkinkan proses penyebaran virus terjadi di terompet bila digunakan bergantian dan ada salah satu orang yang memang sedang sakit.

"Sebenarnya saya juga sih tidak menganjurkan untuk membeli terompet. Namun bila tetap ingin membeli sebagai alat mmeriahkan tahun baru, perhatikan kondisi fisik terompet yang akan dibeli dengan teliti dan benar," ujar dr Diah saat dihubungi detikHealth, Sabtu (29/12/2018).



dr Diah juga menyarankan untuk selalu perhatikan kondisinya. Pastikan jangan membeli terompet yang sudah lapuk. Serta hindari kondisi yang memiliki tanda-tanda memungkinkan orang lain yang bekas mencobanya, seperti basah dibagian untuk meniupnya.

"Lebih baik lagi juga bisa beli terompet yang jenis plastik, supaya mudah untuk mengelap ujung terompet dengan tisu antiseptik misalnya, atau juga bisa yang dipencet-pencet saja terompetnya jadi nggak perlu ditiup-tiup," ucap dr Diah.

Selain berisiko dapat menyebarkan virus dan bakteri, dr Diah juga mengatakan bahwa terompet juga bisa berbahaya untuk anak-anak bila tidak dipantau oleh pengawasan orangtua.

"Seperti selongsong yang mengeluarkan bunyi dari terompet ini biasanya berukuran kecil dan bisa masuk ke saluran napas bila terisap anak-anak. Kadang kalau anak-anak itu bila tidak kuat meniupnya, justru jadi malah diisap. Jadi terompet tanpa ditiup bisa jadi solusi untuk mengurangi risiko infeksi bakteri dan juga aman dari sisi respirasi," pungkas dr Diah.



Tonton video 'Beredar Kabar Terompet Tularkan Penyakit, Ini Faktanya!':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed