Kamis, 03 Jan 2019 18:58 WIB

Tak Harus Oplas, Ini Tips Dokter Hadapi Body Shaming

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi body shaming. Foto: iStock Ilustrasi body shaming. Foto: iStock
Jakarta - Dipermalukan atau diolok-olok karena bagian tubuh tertentu, mungkin bukan hal asing dalam lingkungan umum. Dalam kasus Dian Nitami, warganet melakukan body shaming pada hidung istri Anjasmara tersebut yang dinilai terlalu besar. Kasus ini berlanjut dengan laporan kepolisian.

Operasi plastik (oplas) kerap dipandang sebagai solusi akhir mengatasi body shaming. Hal ini dibantah dokter ahli bedah plastik rekonstruksi estetik konsultan dr Fonny Josh SpBP-RE (K). Tidak semua kasus body shaming harus diatasi dengan oplas.

"Sebetulnya oplas atau tidak kembali pada diri pasien sendiri. Jika dia besar di lingkungan yang baik, yakin, dan biasa aja menghadapi body shaming maka dia tak perlu oplas. Saya sendiri mempertimbangkan motif dan kondisi pasien sebelum melaksanakan oplas," kata dr Fonny pada detikHealth, Kamis (03/01/2019).


Dr Fonny biasanya menilai motif dengan melihat tampilan fisik pasien terlebih dulu. Pasien yang oplas karena desakan psikis, misalnya korban body shaming, terkadang tidak perlu oplas. Pasien biasanya sudah memiliki ukuran tubuh yang pas meski tidak sesuai standar masyarakat umum.

Hal ini berbeda dengan kondisi pasien yang memang memiliki syarat tertentu. Misal kulit yang bergelambir yang mengakibatkan istri tidak pede di depan suaminya sendiri. Dr Fonny juga menilai berdasarkan rasio kepantasan dengan membandingkan ukuran organ tubuh lainnya. Dengan perbandingan ini, oplas bisa memberi hasil lebih baik.

Selain motif, dr Fonny mempertimbangkan kondisi pasien yang hendak melakukan oplas. Pasien harus sehat, dewasa, mengambil keputusan sendiri, dan tidak mengada-ada. Menurut dr Fonny, hal ini penting karena pasien oplas umumnya sudah membayangkan hasil yang luar biasa baik.

Pilihan oplas tersedia bagi siapa saja yang memang menginginkannya. Namun sebelum oplas, dr Fonny menyarankan untuk mempertimbangkan dengan matang. Kadang, ukuran organ dan tampilan tubuh yang ada justru menjadi yang terbaik.

(up/up)
News Feed