Senin, 07 Jan 2019 14:23 WIB

Belum Capai Target Imunisasi, Penularan Campak-Rubella Masih Berisiko

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Imunisasi MR belum capai target, risiko campak-rubella masih bisa terjadi. Foto: Firdaus Anwar Imunisasi MR belum capai target, risiko campak-rubella masih bisa terjadi. Foto: Firdaus Anwar
Jakarta - Kampanye imunisasi campak-rubella atau MR yang berakhir para 31 Desember 2018 lalu secara keseluruhan mencapai 87,33 persen dari target 95 persen.

"Cakupan yang sudah kita capai bersama belum cukup untuk melindungi seluruh masyarakat dari bahaya penyakit campak, rubella dan cacat lahir akibat rubella," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, saat dijumpai di kantor Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said Jakarta Selatan pada Senin (7/1/2019).

Anung, sapaannya, menambahkan dibutuhkan cakupan imunisasi minimal 95 persen agar terbentuk kekebalan masyarakat yang cukup untuk menurunkan kasus campak, rubella dan cacat lahir akibat rubella untuk mencegah Kejadian Luar Biasa.



"Dari hampir semua provinsi, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, hanya ada 1 provinsi aman, 9 provinsi dengan risiko sedang dan 24 provinsi masuk risiko tinggi," tambahnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, risiko terjadinya penyebaran penyakit Campak dan Rubella di masyarakat yang dapat mengakibatkan munculnya cacat lahir akibat rubella dan Kejadian Luar Biasa masih terus diwaspadai.

"Secara keseluruhan, Kemenkes melakukan pemetaan risiko wilayah atau potensi wilayah yang harus diwaspadai. Pengamatan terus menerus terhadap PD3I (Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) harus dilanjutkan," tutupnya.

(kna/wdw)
News Feed