Senin, 07 Jan 2019 16:32 WIB

Saran Psikolog Agar Tak Jadi Korban Foto Telanjang Bermodus 'Penelitian'

Widiya Wiyanti, Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi penipuan bermodus penelitian kedokteran dengan meminta foto telanjang. Foto: iStock Ilustrasi penipuan bermodus penelitian kedokteran dengan meminta foto telanjang. Foto: iStock
Jakarta - Setelah ramai di media sosial, Dana Paramita (25) yang hampir menjadi korban penipuan bermoduskan 'penelitian' mahasiswa kedokteran dengan diminta mengirimkan foto telanjang atau foto naked pun membeberkan ciri-ciri pelaku.

"1. Pelaku biasanya pakai line, dan status linenya: dokter/doctor. Ini utk meyakinkan mangsa kalau dia memang mahasiswi kedokteran. Kayak akun fake Levina ini; 2. Foto profilenya agak blur/pecah karna pelaku cuma ambil dari socmed; 3. Pelaku biasanya pakai judul riset yg sama: perbandingan analisis gizi dan warna kulit wanita yg sudah dan belum melahirkan; 4. Minta fotonya harus cepet dan terkesan maksa," tulisnya di akun Twitternya @paramitadana.



Menanggapi hal tersebut, psikolog Gisella Tani Pratiwi, MPsi memberikan tips bagaimana bermedia sosial dengan baik sehingga bisa mencegah diri mengalami pelecehan ataupun kekerasan seksual.

"Tidak mengirimkan foto atau video bugil kepada siapapun. Kenali betul siapa orang yang sedang berkomunikasi dengan kita saat di medsos. Jika ada informasi atau percakapan bersifat pribadi lakukan secara tatap mata dalam kondisi aman. Tanamkan pada diri kita, terutama perempuan, bahwa kita berhak menolak dan bersikap tegas apabila ada konten apapun di medsos yang membuat kita tidak nyaman," saran Gisella saat dihubungi detikHealth, Senin (7/1/2019).

"Jika ada relasi lewat media sosial dengan permintaan yang membuatmu tidak nyaman atau melanggar privasimu, segera cari pendapat dari orang lain yang kamu percaya. Jangan langsung memercayai informasi atau percakapan di medsos karena mudah sekali dimanipulasi," lanjutnya.



Apakah kamu pernah mengalami kejadian menyeramkan seperti itu? Terapkan saran psikolog ya supaya tidak jadi korban.


(wdw/up)