Selasa, 08 Jan 2019 19:28 WIB

Efek Mematikan Akibat Keseringan Menghirup Uap Bensin

Ayunda Septiani - detikHealth
Foto ilustrasi: Ari Saputra Foto ilustrasi: Ari Saputra
Jakarta - Bensin berasal dari minyak mentah dan merupakan campuran hidrokarbon organik seperti toluena dan benzena. Hidrokarbon ini memiliki sifat dapat dengan cepat diserap oleh tubuh dan otak, membuat penghirupnya merasa 'high'.

Dilansir dari ABC Australia banyak zat mudah menguap lainnya yang dipakai untuk mabuk seperti lem, dan cat mengandung satu atau lebih hidrokarbon. Bensin dalam hal ini adalah campuran kompleks dari banyak kombinasi hidrokarbon dan bisa sangat bervariasi antara sumber bensin yang berbeda.

Bensin juga mengandung sedikit timbal. Timbal yang diserap oleh tulang dan lemak di otak dan tubuh dapat tinggal dan mengendap selama 10 tahun. Ini berarti orang-orang yang pernah mengendus bensin di masa lalu mungkin masih memiliki sejumlah timbal dalam tubuh mereka.



Uap bensin mengalir dari paru-paru ke aliran darah dan kemudian ke otak. Di sana ia memperlambat aktivitas otak dan menekan sistem saraf pusat dengan cara yang mirip dengan alkohol. Dalam beberapa titik seseorang dapat merasa euforia, rileks, pusing, dan mati rasa.

Mereka yang menghirup bensin mungkin terlihat seperti seseorang yang mabuk alkohol, tetapi bertindak sedikit lebih aneh. Efek ini bisa bertahan sehingga 1 jam atau lebih lama jika mereka terus mengendus. Dalam kasus-kasus yang serius, orang bisa saja merasa sakit karena hal ini.

Bahkan kematian juga bisa terjadi karena uap bensin menggantikan oksigen dalam darah dan mengakibatkan ketidakcukupan oksigen di otak.

Orang-orang yang melakukan aktivitas berat atau berolahraga berat berisiko menghadapi situasi fatal bila nekat menghirup bensin. Alasannya karena stres gabungan antara mengendus dan berolahraga memberi terlalu banyak tekanan pada jantung.

Banyak juga orang yang mengendus menderita luka bakar serius atau kematian karena bensin.

(fds/fds)