Rabu, 09 Jan 2019 18:27 WIB

Tips Mendeteksi Pradiabetes Biar Tak Menjadi Diabetes

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Deteksi pradiabetes guna mencegah diabetes. Foto: thinkstock Deteksi pradiabetes guna mencegah diabetes. Foto: thinkstock
Jakarta - Indonesia menduduki sebagai penyandang diabetes ke-3 di dunia dalam hal jumlah kasus diabetes. Lalu bagaimana dengan angka pradiabetesnya?

Menurut Dr dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD, ditemui usai sidang promosi doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, angka prediabetes di Indonesia saat ini lebih dari 12 persen. Prediksi ini didasarkan pada angka diabetes yang sudah mencapai 10,9 persen pada riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018.

Untuk itu, perlu dilakukan deteksi atau skrining guna mengurangi angka pradiabates. Bagaimana caranya ya agar tahu mengalami pradiabetes atau tidak?

"Jadi orang normal itu gula darah puasanya saat bangun tidur harus di bawah 100. Dan saat dicek sewaktu-waktu atau kapan saja harus di bawah 140. Kalau orang diabates diukur saat bangun tidur itu lebih dari 126, dan ketika dicek sewaktu itu mencapai 200. Di antara angka itulah ukuran untuk para penyandang pradiabetes," ujar Dr Tri Juli, Rabu (9/1/2019).

Dr Tri Juli mengatakan bila saat bangun tidur gula darah puasanya 100 hingga 126, dan saat diukur sewaktunya adalah 140 hingga 200, Ini sudah memiliki kemungkinan besar pradiabates.

"Lalu untuk standar diagnosis pradiabetes ini juga dapat dilakukan dengan melakukan tes toleransi glokosa oral. Jadi, nanti di kasih beban glukosa 75gram lalu diuji dan diulang 2 jam kemudian," jelas Dr Tri Juli.


Dr Tri Juli menyarankan untuk selalu periksa bila sudah memiliki faktor risiko diabetes, seperti memiliki berat badan lebih, wanita yang pernah melahirkan anak lebih dari 4 kg, hipertensi, TBC (Tuberkulosis), jarang bergerak, ada keturunan diabates, dan perokok. Itu harus skrining, jangan menunggu ada keluhan.

Menurutnya skrining kalau sudah ada keluhan itu sudah terlambat, oleh sebab itu harus terus dikelola dan terus melakukan skrining agar masih dapat sembuh. Prediabates ini bisa jadi normal kembali, namun bila sudah diabates sudah tidak bisa lagi.

"Skrining sederhana yang dapat dilakukan itu dengan memeriksa gula darah puasa dan sewaktu, kalo sudah curiga dengan hasil tersebut bisa dilanjutkan tes glukosa oral," tutup Dr Tri Juli.

(up/up)
News Feed