Kamis, 10 Jan 2019 17:35 WIB

Kasus DBD Sedang Tinggi, Kemenkes Antisipasi Penularan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pabrik nyamuk di China (Foto: Kevin Frayer/Getty Images) Pabrik nyamuk di China (Foto: Kevin Frayer/Getty Images)
Jakarta - Saat ini, beberapa daerah di Indonesia terkena wabah demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan oleh perubahan cuaca tidak menentu. Bahkan, penyakit DBD yang terjadi pun sudah menelan beberapa korban jiwa.

Beberapa waktu lalu, sekitar 175 kasus DBD terjadi di Semarang yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. Belum lama ini juga Kemeterian Kesehatan mendapatkan laporan mengenai wabah DBD di kota dan kabupaten lainnya.

"Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk DBD memang kami mendapatkan laporan dari beberapa daerah termasuk laporan yang terakhir adalah kejadian di Labuan Bajo dengan jumlah kasus yang cukup banyak yang sampai saat ini masih terjadi dengan angka yang meninggal ada 5 orang yang dilaporkan sampai bulan ini," tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono, saat dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Kamis (10/1/2019).



Anung menambahkan, dalam minggu pertama di bulan ini, kami mencatat ada 6 KLB, salah satunya DBD. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan melakukan berbagai upaya penyelidikan epidemologi dan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan penanganan DBD.

"Kita juga sudah memberikan edaran kepada daerah yang berkenaan dengan antisipasi dan meminimalisir kemungkinan kejadian DBD mengingat informasi dari BMKG mengenai cuaca atau curah hujan yang memang tidak merata sehingga dimungkinkan terdapat genangan air yang tidak bisa kita kelola sebagaimana biasanya," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed