Minggu, 13 Jan 2019 10:10 WIB

Belajar dari Bintang K-Pop, Terbiasa Hadapi Stres Sejak Muda

Rosmha Widiyani - detikHealth
Dibutuhkan ketrampilan mengatur emos untuk menjadi bintang K-Popi. (Foto: iStock) Dibutuhkan ketrampilan mengatur emos untuk menjadi bintang K-Popi. (Foto: iStock)
Jakarta - Sebagian bintang K-Pop debut atau tampil disorot media dalam usia yang masih sangat muda. Salah satunya boyband TXT yang debut dengan usia rata-rata para anggotanya 17 tahun. Salah satu anggota TXT, Younjun, baru berusia 19 tahun saat dikenalkan pada masyarakat umum.

Kehidupan bintang K-Pop yang terbiasa dengan stres sejak usia muda sesungguhnya bisa menjadi inspirasi. Mereka selalu menghadapi tekanan, kritik, dan perhatian dari mereka yang mendukung atau sengaja ingin menjatuhkannya. Namun mereka selalu punya cara untuk menghadapi tekanan tersebut.

"Kritik kadang harus diterima untuk perbaikan. Namun kritik jangan sampai mengakibatkan kita jatuh," ujar salah satu bintang K-Pop Minzy yang debut di usia 15 tahun dikutip dari Soompi.



Stres sebetulnya tidak selalu berdampak buruk bagi kehidupan. Stress adalah reaksi tubuh saat menghadapi tekanan. Reaksi ini ditunjukkan dengan debaran jantung saat menerima perintah, tantangan, atau kewajiban menyelesaikan pekerjaan. Reaksi yang dipicu produksi hormon ini sesungguhnya membantu tubuh segera mengatasi hal yang menimbulkan stres.

"Mustahil jika kita ingin menghindari stres dalam kehidupan sehari-hari. Stres adalah saat seseorang keluar dari zona nyaman dan mencoba mengatasi tantangan. Stres memberi kesempatan tumbuh dan memperoleh prestasi baru," kata profesor psikologi Jeremy P Jamieson dari University of Rochester dikutip dari New York Times.

Stres memiliki dampak inoculating effect, yang merupakan buah dari daya tahan mental dan psikologis saat dalam tekanan. Efek ini adalah resiliensi menghadapi stres bila mengalami kejadian serupa di masa mendatang.

Stres memang bisa memicu munculnya kemampuan terbaik, namun sebaiknya jangan terjadi terus menerus. Stres yang bersifat kronis dan traumatik berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Stres bisa menguntungkan bila sesekali diselingi relaksasi atau kegiatan yang tanpa tekanan.

(up/up)
News Feed
Layar Pemilu Terperc
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya